Tribun

Penanganan Covid

Studi: Vaksin Pfizer dan Moderna Dapat Beri Perlindungan Seumur Hidup Terhadap Virus Covid-19

Studi terbaru menunjukkan vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna dapat memberikan perlindungan seumur hidup terhadap Covid-19.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Studi: Vaksin Pfizer dan Moderna Dapat Beri Perlindungan Seumur Hidup Terhadap Virus Covid-19
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Vaksin Moderna saat dilakukan pengepakan. Studi terbaru menunjukkan vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna dapat memberikan perlindungan seumur hidup terhadap Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah studi terbaru menunjukkan vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna dapat memberikan perlindungan seumur hidup terhadap Covid-19.

Melansir Daily Mail, para peneliti menemukan bahwa orang yang menerima satu di antara dua dosis suntikan yang menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) memiliki respons kekebalan yang kuat dan terus menerus.

Terlebih lagi, vaksin menghasilkan antibodi penetralisir tingkat tinggi terhadap dua varian virus.

Artinya, penerima Pfizer dan Moderna dapat memiliki kekebalan yang bertahan lama, selama bertahun-tahun atau berpotensi seumur hidup mereka, dan bahkan mungkin tidak memerlukan booster.

Baca juga: Studi: Vaksin Cegah 7,2 Juta Orang Terinfeksi dan 27 Ribu Orang Meninggal Karena Covid-19 di Inggris

Baca juga: Studi Terbaru Menunjukkan Campuran Vaksin AstraZeneca-Pfizer Hasilkan Kekebalan yang Lebih Baik

Vaksin Pfizer.
Vaksin Pfizer. (Foto Shutterstock)

Hal ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.

"Ini pertanda baik terkati sebara tahan lama kekebalan kita dari vaksin ini," kata penulis utama Dr Ali Ellebedy, seorang ahli imunologi di Universitas Washington di St Louis kepada surat kabar itu. 

Untuk penelitian yang diterbitkan pada Senin (28/6/2021) di jurnal Nature, tim merekrut 14 orang yang menerima kedua dosis vaksin Pfizer.

Di antara mereka, delapan orang sebelumnya telah terinfeksi Covid-19.

Para peneliti mengamati kelenjar getah bening, yang menghasilkan sejenis sel sistem kekebalan yang dikenal sebagai sel B memori.

Sel B memori mengunci permukaan patogen yang menyerang dan menandainya untuk dihancurkan oleh sel imun lainnya.

Mereka juga dapat beredar dalam aliran darah selama bertahun-tahun - bahkan puluhan tahun - dan sistem kekebalan dapat memanggil mereka jika ada infeksi lain.

Baca juga: 2,96 Miliar Lebih Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Diberikan di Seluruh Dunia

Baca juga: Jepang Akan Sumbang 2 Juta Vaksin Jadi untuk Indonesia)

Vaksin Moderna yang mulai banyak dipakai di Jepang setelah 21 Mei 2021 disahkan penggunaannya oleh pemerintah Jepang
Vaksin Moderna yang mulai banyak dipakai di Jepang setelah 21 Mei 2021 disahkan penggunaannya oleh pemerintah Jepang (Richard Susilo)

Setelah seseorang terinfeksi Covid-19 atau divaksinasi, pusat germinal terbentuk di kelenjar getah bening, yang bertindak semacam 'kamp pelatihan' untuk sel B memori, menurut The Times.

Pusat ini membantu melatih sel B untuk mengenali urutan genetik virus serta varian apa pun dalam urutan ini.

Tim mengambil sampel dari kelenjar getah bening lima kali - pada tiga minggu, empat minggu, lima minggu, tujuh minggu dan 15 minggu setelah dosis pertama.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas