Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Strategi Independen Partai Liberal Demokratik Jepang Menghadapi Pemilu Nasional September

Menjelang pemilu nasional, pemilihan majelis rendah anggota parlemen Jepang bulan September 2021, strategi partai liberal demokratik (LDP) yang berkua

Strategi Independen Partai Liberal Demokratik Jepang Menghadapi Pemilu Nasional September
Richard Susilo
Atsuo Ito, analis politik senior Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Menjelang pemilu nasional, pemilihan majelis rendah anggota parlemen Jepang bulan September 2021, strategi partai liberal demokratik (LDP) yang berkuasa saat ini melakukan strategi baru.

Para calon, politisi di tiap daerah yang mengajukan diri bahkan ada yang anggota partai LDP, mengajukan diri dengan status Independen (mushozoku).

"Lihat saja calon dari prefektur Kanagawa. Padahal dia anggota LDP tetapi mengajukan diri sebagai Independen," papar Atsuo Ito, analis politik senior Jepang dalam acara di TV TBS Kamis ini (1/7/2021).

Hal serupa dilakukan LDP dengan prefektur Niigata ada dua politisi yang mengajukan diri. Satu orang "full" dari kelompok Hosoda LDP, mencalonkan diri dari LDP, satu orang lagi politisi jagoan muda (44 tahun), Eiichiro Washio,  yang masuk LDP tahun 2019 karena pengaruh dia tampak semakin kuat dengan cepat di sana. Jadi diambil kelompok Nikai LDP masuk ke LDP.

"Ada kemungkinan Washio akan maju dengan status independen walaupun dia anggota LDP nantinya," tambahnya.

Lalu apa yang melatar belakangi strategi Independen diambil LDP dalam pemilu mendatang?

Sumber Tribunnews.com politisi Jepang mengungkapkan munculnya sedikit alergi masyarakat Jepang kepada LDP sehingga mereka pasti memilih Independen kalau dianggap calon itu memang bagus dengan janji yang masuk akal serta tegas dianggap bisa segera memperbaiki Jepang.

"Alergi kepada LDP tampaknya mulai muncul di masyarakat Jepang. Masalahnya oposisi sangat rendah saat ini dinilai kualitasnya. Jadi terpaksa orang memilik LDP. Cuma kalau ada Independen yang dianggap bagus, maka larilah pilihan ke Independen."

Itulah sebabnya meskipun anggota LDP seorang politisi mencalonkan diri pakai status Independen.

"Itu memang dimungkinkan kalau ada lampu hijau dari pimpinan kelompoknya, misalnya kelompok Nikai, bos Nikai memperkenankannya, ya silakan saja. Meskipun mungkin nantinya ada anggota LDP lain yang menentangnya, tetapi tak bisa apa-apa, karena bos Nikai (habatsu ini) sangat kuat di LDP," jelasnya lagi.

Setelah bos di dalam kelompok LDP mengijinkan, politisi mengajukan diri sebagai calon Independen saat pemilu.

"Itu bahkan ada positifnya juga di masyarakat. Kalau calon Indonesian yang juga anggota LDP itu memang bagus, masyarakat akan menilai kira-kira, pantesan aja bagus dia anggota LDP sih. Maka akan semakin memantapkan pilihan ke Independen karena saat mengajukan diri, calon itu  sebagai Independen dan masyarakat melihatnya serta berharapnya sebagai politisi Independen, bukan mewakili LDP."

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas