Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Hasil Jajak Pendapat: Mayoritas Orang Brasil Dukung Pemakzulan Jair Bolsonaro

Jajak pendapat yang dirilis pada Sabtu (10/7/2021) menyatakan mayoritas orang Brasil mendukung pemakzulan Presiden Jair Bolsonaro.

Hasil Jajak Pendapat: Mayoritas Orang Brasil Dukung Pemakzulan Jair Bolsonaro
Aljazeera
Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Jajak pendapat yang dirilis pada Sabtu (10/7/2021) menyatakan mayoritas orang Brasil mendukung pemakzulan Presiden Jair Bolsonaro. 

TRIBUNNEWS.COM - Jajak pendapat yang dirilis pada Sabtu (10/7/2021) menyatakan, mayoritas orang Brasil mendukung pemakzulan Presiden Jair Bolsonaro.

Presiden sayap kanan Brasil tersebut saat ini tengah menghadapi tuduhan korupsi dan tekanan atas penanganan krisis virus corona.

Berdasarkan survei Datafolha, 54 persen orang Brasil mendukung langkah yang diusulkan oleh majelis Brasil untuk membuka proses pemakzulan terhadap Bolsonaro, dibandingkan dengan 42 persen yang menentangnya.

Melansir Al Jazeera, dalam survei Datafolha terakhir tentang masalah ini, yang dirilis pada Mei 2021, pendukung dan penentang pemakzulan pada dasarnya terikat.

Baca juga: Presiden Brasil Jair Bolsonaro Hadapi Lebih Banyak Tuduhan Korupsi

Baca juga: Presiden Brasil Bolsonaro Pecat Pejabat Kesehatan Atas Dugaan Suap Pengadaan Vaksin Covid-19

Presiden Brasil Jair Bolsonaro
Presiden Brasil Jair Bolsonaro (Aljazeera)

Selama ini, Bolsonaro dikenal sebagai sosok yang skeptis terhadap Covid-19.

Ia menganggap virus corona sebagai flu ringan.

Akibat sikapnya, Bolsonaro pun dikritik oleh publik selama berbulan-bulan.

Pandemi yang melanda Brasil ini telah menewaskan lebih dari 531.000 orang, menurut Data Universitas Johns Hopkins.

Serangkaian skandal baru-baru ini, termasuk pertanyaan tentang dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan vaksin virus corona pemerintahnya dan tuduhan korupsi di masa lalu, telah menambah kesengsaraan presiden.

Bulan lalu, penyelidik federal mengumumkan bahwa mereka telah membuka penyelidikan terhadap kontrak pemerintah senilai 1,6 miliar real ($320 juta) untuk 20 juta dosis vaksin COVID-19 yang dibuat oleh Bharat Biotech, Covaxin, India.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas