Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pawang Ular di Filipina Tewas Digigit Kobra, Sempat Mengaku Kebal Bisa

Seorang pria yang dijuluki 'Manusia Ular' di Filipina tewas setelah seekor kobra mengigit lidahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
zoom-in Pawang Ular di Filipina Tewas Digigit Kobra, Sempat Mengaku Kebal Bisa
ViralPress via Daily Mirror
Bernardo Alvarez, pria 'Manusia Ular' di Filipina yang tewas setelah seekor kobra mengigit lidahnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria yang dijuluki 'Manusia Ular' di Filipina tewas setelah seekor kobra mengigit lidahnya.

Dilansir Mirror, Bernardo Alvarez (62) mengaku kebal terhadap bisa ular.

Ia pun melakukan atraksi mencium ular tersebut sebelum akhirnya tergigit.

Bernardo pertama kali menemukan Kobra Filipina Utara itu pada 9 Juli.

Para warga di Kota Mangaldan, Provinsi Pangasinan bersorak saat Bernardo berhasil 'menjinakkan' makhluk mematikan itu.

Namun, ketika dia memamerkan ular itu kepada penonton, Bernardo memegang ular kobra di dekat bibirnya seolah dia mencoba menciumnya.

Baca juga: 17 Jam Damkar Kota Jambi Evakuasi Ular Kobra di Pipa Pembuangan Air

Baca juga: Ular Kobra 1,5 Meter Kejutkan Penghuni Rumah di Kuningan, Awalnya Ada Suara Mendesis di Kamar Mandi

Bernardo Alvarez
Bernardo Alvarez (ViralPress via Daily Mirror)

Namun ular kobra itu menyerang mulutnya dan menggigit lidahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Bernardo menjerit kesakitan sebelum menjatuhkan ular kobra itu ke tanah.

Ia lalu ambruk dan meninggal tak lama setelah menunggu petugas medis datang.

Penduduk setempat yang marah lalu membunuh ular itu.

Petugas Kesehatan Provinsi Dr Anna de Guzman mengatakan: "Racun ular dapat menyebabkan kelumpuhan yang terjadi pada manusia."

"Kelumpuhan ini bisa menghentikan pernapasan korban, mempengaruhi aliran oksigen dalam tubuh, dan akhirnya menghentikan detak jantung."

Petugas medis bergegas untuk menyelamatkan Bernardo tetapi dia tidak lagi responsif dan tubuhnya sudah kaku karena efek racun.

Bernardo Alvarez
Bernardo Alvarez (ViralPress via Daily Mirror)

Suadara perempuan Bernardo, Teresa Oca berkata:

"Seorang polisi dan seorang dokter datang untuk memeriksanya dan memberi tahu kami bahwa dia tidak memiliki denyut nadi sehingga mereka mencoba mengembalikan detak jantungnya."

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas