Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade Tokyo

Jamuan Makan Malam Presiden IOC di Jepang Tanpa Acara Makan dan Minum

Jamuan dilaksanakan selama 90 menit tanpa makan dan tanpa minum untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona.

Jamuan Makan Malam Presiden IOC di Jepang Tanpa Acara Makan dan Minum
Foto Mainichi
PM Jepang Yoshihide Suga berbicara dengan Presiden IOC Thomas Bach (kanan). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jamunan makan malam menyambut Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach berlangsung di Guest House Akasaka Minatoku Tokyo, Minggu (18/7/2021) tanpa makan dan minum.

Sementara itu di luar GusetHouse ada unjuk rasa menentang penyelenggaraan Olimpiade.

Panitia Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo mengadakan pesta penyambutan pada malam tanggal 18 Juli di wisma tamu di Minato-ku, Tokyo, dengan mengundang sekitar 40 orang, termasuk Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach.

Ketua Seiko Hashimoto, Perdana Menteri Yoshihide Suga, Gubernur Yuriko Koike dari Tokyo, dan mantan Ketua Komite Penyelenggara Yoshiro Mori turut serta dalam jamuan tersebut.

Jamuan dilaksanakan selama 90 menit tanpa makan dan tanpa minum untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona.

Baca juga: Jalur Khusus Atlet Olimpiade Tokyo Jepang Mulai Diberlakukan, Pelanggar Bisa Kena Denda 6.000 Yen

Butuh waktu sekitar satu setengah jam dan para hadirin, termasuk Thomas Bach, Perdana Menteri Suga, dan Gubernur Koike saling menyapa.

Perdana Menteri Suga berbagi kenangan tentang tim nasional bola voli putri Jepang yang ikut Olimpiade Tokyo 1964 "Toyo no Majo".

Sementara Thomas Bach menekankan persatuan, dengan mengatakan, "Kami berada di kapal yang sama."

Banyak petugas polisi ditempatkan di sekitar wisma negara itu.

Ada demonstrasi lusinan orang yang meminta pembatalan Olimpiade dalam situasi waspada yang ketat, dan mereka berteriak, "Hentikan pesta yang tidak perlu dan tidak mendesak."

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas