Tribun

Banjir di China Tewaskan Belasan Orang, Kereta Bawah Tanah Terendam hingga Dua Orang Hilang

Banjir di China akibat hujan dengan intensitas tinggi telah menewaskan belasan orang hingga kereta bawah tanah terendam.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Garudea Prabawati
Banjir di China Tewaskan Belasan Orang, Kereta Bawah Tanah Terendam hingga Dua Orang Hilang
AFP/STR
Foto udara yang diambil pada 5 Juli 2021 ini menunjukkan air yang dilepaskan dari Waduk Xiaolangdi di Luoyang di provinsi Henan tengah China, yang telah dilanda badai hebat dan hujan deras. 

TRIBUNNEWS.COM - Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Provinsi Henan, China, bagian tengah.

Pada Selasa (20/7/2021) malam, unit regional Tentara Pembebasan Rakyat memperingatkan bahwa hujan tanpa henti itu telah menyebabkan jebolnya bendungan Yihetan di Luoyang sepanjang 20 meter.

Bendungan yang berada di sebuah kota berpenduduk sekitar tujuh juta orang itu, berpotensi dapat runtuh kapan saja, kata unit regional Tentara Pembebasan Rakyat.

"Pada 20 Juli, terjadi retakan sepanjang 20 meter di bendungan Yihetan, tepi sungai rusak parah dan bendungan itu bisa runtuh kapan saja," katanya dalam pernyataan itu sebagaimana dilansir CNA.

Sementara itu, otoritas pemantau cuaca juga telah mengeluarkan tingkat peringatan tertinggi karena hujan lebat menyebabkan gangguan yang meluas dan evakuasi penduduk jalan-jalan yang banjir.

Baca juga: Provinsi Yunnan di China Laporkan 8 Kasus Baru Covid-19 yang Ditularkan Secara Lokal

Komando Teater Pusat PLA mengatakan telah mengirim tentara untuk melakukan tanggap darurat termasuk peledakan dan pengalihan banjir.

Diketahui banjir telah menewaskan 12 orang dan membuat aktivitas di kawasan itu terhenti.

Adapun banjir biasa terjadi selama musim hujan di China, yang menyebabkan kekacauan tahunan dan menghanyutkan jalan, tanaman, dan rumah.

Tetapi ancaman itu telah memburuk selama beberapa dekade.

Sebagian karena pembangunan bendungan dan tanggul yang meluas yang telah memutuskan hubungan antara sungai dan danau yang berdekatan dan mengganggu dataran banjir yang telah membantu menyerap gelombang musim panas.

Baca juga: AS Pertimbangkan Sanksi Baru Terhadap Penjualan Minyak Iran ke China

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas