Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

POPULER Internasional: VIDEO Kepedulian Warga China di Tengah Banjir | Pria Terpapar Virus Monkey B

Berita populer Internasional, di antaranya momen warga China terlihat membantu sesama di tengah banjir meski sama-sama berada dalam bahaya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
zoom-in POPULER Internasional: VIDEO Kepedulian Warga China di Tengah Banjir | Pria Terpapar Virus Monkey B
Kolase Tribunnews
Berita populer Internasional, di antaranya momen warga China terlihat membantu sesama di tengah banjir meski sama-sama berada dalam bahaya. 

Ternyata putra bangsa, Indra Rudiansyah menjadi salah satu bagian dari tim penelitian Covid-19 yang dipimpin Sarah Gilbert.

Lalu siapakah sosok Indra Rudiansyah ini?

Baca juga: Hasil Studi: Dua Dosis Vaksin Pfizer atau Astrazeneca Efektif Lawan Varian Delta

Baca juga: Indonesia Kedatangan Total 2,5 Juta Vaksin: 1 Juta Astrazeneca dan 1,5 Juta Moderna

Mahasiswa asal Indonesia, Indra Rudiansyah menjadi salah satu sosok di balik terciptanya vaksin AstraZeneca yang kini digunakan di tanah air untuk melawan Covid-19.
Mahasiswa asal Indonesia, Indra Rudiansyah menjadi salah satu sosok di balik terciptanya vaksin AstraZeneca yang kini digunakan di tanah air untuk melawan Covid-19. (Kompascom Reporter on Location)

Dilansir Kompas.com, Indra (29) merupakan mahasiswa Universitas Oxford yang tergabung dalam tim Jenner Institute yang dipimpin ilmuwan Inggris, Profesor Sarah Gilbert. 

Tim Jenner Institute dan Oxford Vaccine Group bekerja sama menguji coba vaksin virus corona di Pusat Vaksin Oxford sejak 20 Januari 2020.

Kepada Antara London, Indra mengaku bahwa sebenarnya vaksin corona bukan penelitian utamanya untuk thesis, melainkan vaksin malaria.

Namun dia mengaku bangga bisa bergabung dalam tim uji klinis vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Indra bergabung dengan tim karena saat itu lab kekurangan banyak sumber daya manusia.

Rekomendasi Untuk Anda

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Pria di China Meninggal setelah Terpapar Virus Monkey B Langka, Ini Gejala yang Perlu Diperhatikan

Seorang pria di China menjadi orang ke-22 di dunia yang meninggal dunia setelah terinfeksi virus Monkey B, Mirror melaporkan.

Pria tersebut berusia 53 tahun, yang berprofesi sebagai dokter hewan.

Ia terpapar virus Monkey B setelah membedah dua kera yang mati pada awal Maret lalu.

Ia mulai menunjukkan gejala mual dan muntah sebulan kemudian.

Setelah itu, ia mengalami demam dengan "gejala neurologis" seperti kesemutan, menurut The Sun.

Pria tersebut jatuh sakit selama berminggu-minggu sebelum akhirnya meninggal pada bulan Mei.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas