Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Pfizer dan Moderna Naikkan Harga Vaksin Covid-19 untuk Uni Eropa karena Permintaan Meningkat

Produsen vaksin Covid-19 Pfizer dan Moderna menaikkan harga vaksinnya dalam kontrak barunya untuk Uni Eropa

Pfizer dan Moderna Naikkan Harga Vaksin Covid-19 untuk Uni Eropa karena Permintaan Meningkat
AFP/FRED TANNEAU
Seorang perawat menyiapkan jarum suntik vaksin Covid-19 Pfizer-BioNtech di pusat vaksinasi, di Garlan, Prancis barat. (31 Mei 2021). (Fred TANNEAU/AFP) 

TRIBUNNEWS.COM – Produsen dua vaksin Covid-19, Pfizer dan Moderna, menaikkan harga kontrak  baru pasokan kedua vaksin itu di Uni Eropa (UE).

Laporan surat kabar Financial Times mengutip bagian dari kontrak bahwa harga baru untuk tembakan Pfizer adalah 19,50 euro (Rp 330 ribu) dibandingkan dengan 15,50 euro (sekitar Rp 265 ribu) sebelumnya.

Masih mengutip isi kontrak tersebut, harga dosis vaksin Moderna ditetapkan pada 25,50 dolar AS  (sekitar Rp 360 ribu) dibandingkan dengan 22.60 dolar AS  (sekitar RP 325 ribu) dalam kesepakatan pengadaan pertama.

Namun Financial Times mengutip seorang pejabat yang mengetahui masalah ini, bahwa angka itu memang masih lebih rendah dari 28,50 dolar AS yang disepakati sebelumnya karena pesanannya lebih besar.

Neave Barker dari Al Jazeera, yang berada di London, mengatakan kenaikan harga mencerminkan permintaan yang berkelanjutan atas vaksin yang efektif dan bahwa pemerintah telah menjadi  tawanan bagi perusahaan farmasi.

Baca juga: Benarkah Efektivitas Vaksin Covid-19 Turun Jadi 84% setelah 6 Bulan? Ini Kata CEO Pfizer

Baca juga: Regulator Uni Eropa Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 Moderna untuk Remaja Usia 12-17 Tahun

“Negara-negara UE ingin membasmi penyebaran varian Delta,” katanya.

“Dan UE dan negara-negara di luar sedang mempertimbangkan kemungkinan pemberian suntikan booster untuk meningkatkan kemanjuran,” ujar Neave Baker.

Sejauh ini Pfizer menolak mengomentari kontrak dengan Komisi Eropa (EC), dengan alasan kerahasiaan. “Di luar kontrak yang disunting yang diterbitkan oleh EC, kontennya tetap rahasia dan kami tidak akan berkomentar,” kata perusahaan itu.

Dan Moderna tidak segera memberikan komentar kepada kantor berita Reuters.

Selasa lalu, Komisi Eropa mengatakan bahwa Uni Eropa berada di jalur untuk mencapai target vaksinasi penuh setidaknya 70 persen dari populasi orang dewasa pada akhir September.

Baca juga: Efikasi Vaksin Pfizer untuk Anak Capai 100 Persen, Efek Samping Usai Divaksin Juga Ringan

Baca juga: 9 TANYA JAWAB Seputar Vaksin Moderna: Berapa Efikasinya dan Haruskah Ibu Hamil Divaksin?

Halaman
123
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas