Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sosok Hashmat Ghani, Adik Ashraf Ghani yang Minta Warga Afghanistan Terima Taliban

Adik Ashraf Ghani, Hashmat Ghani, meminta agar warga Afghanistan menerima dan mendukung Taliban.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Miftah
zoom-in Sosok Hashmat Ghani, Adik Ashraf Ghani yang Minta Warga Afghanistan Terima Taliban
Facebook Hashmat Ghani
Adik Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Hashmat Ghani (tengah). Hashmat Ghani meminta agar warga Afghanistan menerima dan mendukung Taliban. 

Mengutip India Today, Ghani yang juga seorang politisi, menjalankan kerajaan bisnis bernama Ghani Group di Afghanistan.

Putranya, Sultan Ghani, adalah presiden Ghani Group.

Berkantor pusat di Kabul, perusahaan Ghani berfokus pada layanan keamanan, konstruksi, pertambangan, energi dan listrik, serta teknologi informasi.

Selain Afghanistan, Ghani juga disebut-sebut memiliki properti di Amerika Serikat (AS), Pakistan, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Ghani mengenyam pendidikan di Prancis dan AS.

Ia meraih gelar MBA dalam bidang Perdagangan dan Pemasaran Internasional.

Ghani diketahui menjadi sosok penting bagi Afghansitan.

Rekomendasi Untuk Anda

Mewakili Ahmadazai, satu diantara suku Pashtun terbesar yang berbasis di Waziristan dekat perbatasan Afghanistan Pakistan, Hashmat Ghani memiliki kepribadian yang kuat, bersama dengan kekayaannya.

Ia merupakan ketua dewan agung Kochi.

Ahmadazai merupakan salah satu suku yang termasuk dalam kelompok ini.

Baca juga: Rusia: Taliban adalah Penguasa Sah, Tidak Ada Alternatif Selain Mereka di Afghanistan

Baca juga: AS Tak Lagi Anggap Ashraf Ghani Tokoh Afghanistan, Abaikan Janji Ghani Kembali ke Negaranya

Rekaman Pertemuannya dengan Taliban Viral

Hashmat Ghani menerima sejumlah komentar kritis dan kasar setelah rekaman pertemuannya dengan anggota Taliban, viral di media sosial.

Masih mengutip AlJazeera, ia mengakui ketakutan yang melanda ibu kota.

Tetapi, Ghani juga menekankan perlunya pemerintah inklusif yang akan mencakup para ahli di bidangnya, perempuan, dan kaum muda.

Hal itu, ujarnya, akan menjadi cara untuk meredakan ketegangan.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas