Tribun

Virus Corona

Laporan Intelijen AS ke Presiden Joe Biden: Belum Dapat Simpulkan Asal-Usul Covid-19

Presiden Joe Biden menerima laporan intelijen AS tentang asal-usul Covid-19, namun intelijen belum dapat menyimpulkan hasil penyelidikannya

Editor: hasanah samhudi
zoom-in Laporan Intelijen AS ke Presiden Joe Biden: Belum Dapat Simpulkan Asal-Usul Covid-19
AFP
Pekerja sebuah laboratorium mengenakan APD menangani pengujian Covid-19 di fasilitas pengujian di Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada 4 Agustus 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON -  Presiden AS Joe Biden mendapatkan laporan dari dinas rahasia tentang asal mula Pandemi Covid-19, Selasa (25/8/2021).

Dilansir dari Channel News Asia, suratkabar The Washington Post menyebutkann laporan dinas rahasia kepada Biden itu belum memberikan kesimpulan lantaran kurangnya informasi dari China.

Pejabat AS yang mengetahui masalah ini mengatakan, laporan dinas rahasia itu merupakan bagian dari perintah Joe Biden, yang Mei lalu memerintahkan intelijen Amerika untuk menyimpulkan apakah virus Corona pertama kali muncul di China lalu menular ke manusia melalui hewan ataukah virus itu bocor dari fasilitas penelitian di Wuhan.

Pejabat itu mengatakan bahwa laporan intelijen itu akan diungkapkan beberapa hari mendatang.

Saat menugaskan penyelidikan intelijen, Biden mengatakan intelijen AS belum bisa memastikan apakah virus dari hewan atau dari laboratorium.

Baca juga: Badan Intelijen AS Dilaporkan Meretas Server Cloud Terkait Sampel Virus Laboratorium Wuhan

Baca juga: Penyelidik WHO: Pasien Awal Covid-19 Diduga Pekerja Laboratorium di Wuhan

Biden memberi waktu 90 hari kepada intelijen AS untuk melapor kepadanya.

Washington Post mengutip para pejabat bahwa intelijen belum mencapai  konsensus tentang kesimpulan asal-usul virus meski mereka sudah menganalisis sejumlah informasi intelijen dan petunjuk baru.

Pertanyaan tentang asal mula virus Corona meningkat sejak mantan Presiden AS Donald Trump tahun lalu mengatakan bahwa virus itu berasal dari laboratorium China.

Upaya untuk memastikannya menjadi kompleks setelah otoritas China menolak tegas seruan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bagi penyelidikan tahap kedua yang berfokus pada laboratorium China bulan lalu.

China pada hari Rabu (25/8/2021) justru mendesak WHO untuk mengunjungi biolab militer AS Fort Detrick.

Baca juga: Staf Laboratorium Wuhan Berobat ke Rumah Sakit Sebelum Wabah Covid-19 Diungkapkan

Baca juga: Ilmuwan China Bantah Teori Covid-19 Berasal dari Kebocoran Institut Virologi Wuhan

“Jika (Amerika Serikat) ingin menuduh China tanpa dasar, mereka lebih baik bersiap untuk menerima serangan balik dari China,” ujar Fu Cong, kepala departemen pengendalian senjata kementerian luar negeri.

"Jika AS menganggap China bersalah, mereka perlu memberikan bukti untuk membuktikan bahwa China bersalah. Anda tidak menyalahkan korban karena tidak memberikan informasi untuk memberatkan dirinya sendiri," katanya.

Direktur kedaruratan WHO Mike Ryan menyebut komentar China sebagai "kontradiksi", karena Beijing dengan keras menentang teori kebocoran laboratorium.

"Saya merasa itu sulit untuk dipahami tetapi saya sangat bersedia untuk terlibat dengan rekan-rekan kami di China untuk memahami apa sebenarnya yang mereka maksud dengan pernyataan itu," kata Ryan kepada wartawan.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas