Tribun

Virus Corona

Studi di China: Penyintas Covid-19 Alami Gejala Setahun Setelah Terjangkit, Kelelahan dan Lemah Otot

Hasil studi di China menemukan setengah penyintas mengalami setidaknya satu gejala Covid-19 satu setahun setelah mereka terinfeksi virus Corona

Editor: hasanah samhudi
zoom-in Studi di China: Penyintas Covid-19 Alami Gejala Setahun Setelah Terjangkit, Kelelahan dan Lemah Otot
TRIBUN LAMPUNG/TRIBUN LAMPUNG/Deni Saputra
Seorang penyintas Covid 19 mendonorkan plasma konvalesen di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lampung, Jalan Sam Ratulangi, Penengahan, Tanjungkarang Barat, Jumat (25/6/2021). UTD PMI Lampung menyebutkan, ketersediaan stok plasma konvalesen di Lampung kosong dan berupaya memenuhi kebutuhan plasma konvalesen di UTD PMI Lampung seiring tingginya permintaan guna menekan angka kematian akibat Covid 19. (Tribunlampung.co.id/Deni) 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK – Hasil studi menunjukkan, hampir setengah penyintas mengalami setidaknya satu gejala Covid-19 satu tahun setelah ia terjangkit virus Corona.

Studi yang diterbitkan di Jurnal Lancet, Kamis (26/8/2021), diyakini sebagai yang terbesar hingga saat ini di mana pasien dievaluasi satu tahun setelah dirawat di rumah sakit karena Covid-19.

Dilansir dari The Straits Times, studi ini melibatkan 1.276 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Jin Yin-tan di Wuhan, Cina, dan keluar dari rumah sakit antara 7 Januari-29 Mei 2020.

Para pasien ini dievaluasi selama enam bulan setelh dirawat di rumah sakit.

Para peneliti menemukan bahwa banyak gejala membaik dan sebagian besar dari 479 pasien terkena Covid-19 telah kembali bekerja seperti semula.

Baca juga: Penyintas Covid-19 Harus Menunggu 3 Bulan Baru Bisa Divaksin

Baca juga: Tekanan Psikis pada Penyintas Dapat Sebabkan Long Covid

Namun studi itu juga menunjukkan bahwa , ada 49 persen pasien masih memiliki setidaknya satu  masalah kesehatan.

Para peneliti melaporkan adanya sesak napas dan masalah kesehatan mental, seperti kecemasan atau depresi, terjadi 12 bulan kemudian dibandingkan dengan kasus dalam enam bulan.

Namun belum diketahui apa yang menyebabkan adanya peningkatan gejala-gejala itu

Para peneliti juga membandingkan pasien dalam penelitian ini dengan orang-orang di komunitas yang tidak memiliki Covid-19 tetapi memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya dan karakteristik lainnya.

Setelah 12 bulan, para penyintas Covid-19 memiliki kondisi kesehatan yang secara keseluruhan lebih buruk daripada orang yang tidak terinfeksi.

Baca juga: Jubir Penanganan Covid: Masyarakat Harus Persiapkan Diri Hidup dengan Covid, Meski Tak Mudah

Baca juga: Studi Ungkap Satu dari Tiga Penyintas Covid-19 Alami Gangguan Neurologis seperti Kecemasan

Mereka juga lebih mungkin mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan, kecemasan atau depresi, dan masalah mobilitas daripada mereka yang tidak menderita penyakit tersebut.

Para pasien, yang rata-rata berusia 57 tahun, diberikan pemeriksaan fisik, tes laboratorium dan tindakan standar daya tahan dan kapasitas aerobik yang disebut tes berjalan enam menit. Mereka juga diwawancarai tentang kesehatan mereka.

Penelitian ini melibatkan pasien yang kondisinya harus dirawat di rumah sakit, tetapi umumnya bukan yang paling parah.

Sekitar 75 persen membutuhkan oksigen tambahan ketika mereka dirawat di rumah sakit.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas