Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Partai-partai Politik di Parlemen Jerman: Apa yang Perlu Anda Ketahui

Inilah partai-partai politik Jerman yang ada di parlemen saat ini: CDU, CSU, SPD, Partai Hijau, Partai Kiri, FDP dan AfD - apa yang…

Tribun X Baca tanpa iklan

Pemilih: Benteng utama Partai Kiri adalah "negara-negara bagian Jerman baru", sebutan bagi daerah di bekas Jerman Timur, di mana pemilihnya cenderung mantan Partai Persatuan Sosialis Jerman Timur SED, dan para pemilih protes yang kecewa terhadap SPD maupun CDU. Namun belakangan, banyak dari kelompok ini yang beralih mendukung partai ultra kanan AfD.

Sejarah: Meskipun baru didirikan pada tahun 2007, Partai Kiri memiliki sejarah yang lebih panjang, dan masih dianggap sebagai "keturunan langsung" dari SED, yang dulu merupakan partai hegemoni di Jerman Timur, sampai reunifikasi pada tahun 1990.

Partai Kiri dibentuk dari penggabungan penerus SED, yang menamakan diri Partai Sosialisme Demokratik PDS, dan partai Buruh dan Keadilan Sosial - Pilihan Alternatif Pemilihan WASG, sempalan dari aktivis Serikat Buruh anggota SPD yang tidak puas terhadap politik SPD yang ketika itu dipimpin oleh Gerhard Schröder. Tokoh paling menonjol di WASG yang berubah menjadi Partai Kiri ketika itu adalah mantan menteri keuangan dan mantan ketua SPD, Oskar Lafontaine.

Tetapi Partai Kiri tidak berhasil bersaing dengan partai tradisional seperti CDU dan SPD dan hanya kuat di tingkat regional di daerah bekas Jerman Timur. Di beberapa negara bagian, Partai Kiri ikut dalam koalisi pemerintahan, tapi tidak pernah di tingkat federal. Saat ini Partai Kiri masuk koalisi pemerintahan di negara bagian Berlin dan Bremen.

Platform: Partai Kiri adalah satu-satunya partai politik di Bundestag yang menolak misi militer Jerman di luar negeri. Mereka juga ingin agar NATO dibubarkan saja. Salah satu agenda utama lain adalah menaikkan gaji minimum secara drastis, dengan meningkatkan pajak dari orang kaya. Kalangan pengamat m eihat partai Kiri sebagai partai yang anti kapitalisme dan cenderung mendukung regulasi pasar secara luas, seperti yang pernah dilakukan oleh negara-negara sosialis dulu.

Mitra koalisi pilihan: SPD, Partai Hijau

Partai Liberal Demokrat FDP

Warna: Kuning

Rekomendasi Untuk Anda

Ketua: Christian Lindner

Ketua fraksi: Christian Lindner

Hasil pemilu Eropa 2019: 5,4%

Hasil pemilihan Bundestag 2017: 10,7% (80 kursi)

Anggota partai: 65.500 orang

Pemilih: Sebagai partai pro pengusaha dan sistem pasar bebas, tidak mengherankan kalau FDP terutama menemukan pemilih terbanyak di kalangan wiraswasta, terutama pemilik bisnis, dan para profesional seperti dokter gigi dan pengacara - dan paling sedikit di antara pekerja.

Sejarah: FDP sejak pembentukan Republik Federal Jermanl selalu berhasil masuk di parlemen Jerman dalam pemilu. Namun tahun 2013 partai itu menderita kekalahan besar dalam pemilu tahun 2013, gagal menembus ambang batas 5%. Sejak itu FDP berjuang untuk kembali ke Bundestag dan baru berhasil di bawah pemimpin barunya, Christian Lindner. Di Bundestag saat ini FDP memiliki 80 kursi.

Didirikan pada Desember 1948, partai kecil FDP selama bertahun-tahun memainkan peran sebagai "king maker" di kancah politzik Jerman. Baik CDU maupun SPD pernah berkoalisi dengan FDP untuk membentuk pemerintahan, seluruhnya selama 41 tahun, jadi lebih lama dari pada CDU dan SPD. Karena itu, banyak tokoh FDP yang memegang jabatan menteri di pemerintahan. Salah satu tokoh utamanya adalah Hans Dietrich Genscher, yang lama menjabat sebagai menteri luar negeri Jerman di bawah pemerintahan Helmut Kohl.

Platform: Program FDP didasarkan pada prinsip-prinsip kebebasan individu dan hak-hak sipil. Meskipun selalu mengkampanyekan pemotongan pajak lebih banyak, FDP sekarang menyatakan tidak akan membiarkan pasar keuangan tidak terkendali, sehingga menyebabkan krisis global.

Mitra koalisi pilihan: CDU

Alternatif untuk Jerman AfD

Warna: Biru muda

Ketua: Jörg Meuthen, Tino Chrupalla

Ketua fraksi: Alexander Gauland, Alice Weidel

Anggota partai: 35.000

Pemilih: AfD berhasil merebut pemilih dari semua partai besar lain, kecuali Partai Hijau. Bersamaan dengan itu, mereka juga berhasil memobilisasi banyak orang yang sebelumnya tidak ikut pemilu. Pendukungnya berasal dari berbagai kelas sosial. AfD sangat sukses di kawasan bekas Jerman Timur. Dibandingkan dengan partai-partai lain, ada satu keunikan AfD, anggotanya didominasi oleh kaum pria. Anggota perempuan hanya 17 persen dari keseluruhan anggotanya.

Hasil pemilu Eropa 2019: 11%

Hasil pemilu Jerman 2017: 12,6% (92 kursi)

Sejarah: AfD berawal dari sekelpompok orang yang skeptis terhadap mata uang euro, dan mereka i gin agar Jerman kembali menggunakan mata uangnya sendiri, D-Mark. Partai ini didirikan hanya beberapa bulan sebelum pemilu Jerman tahun 2013. Saat itu, AfD hampir saja menembus ambang batas 5%. Tapi setelah itu, AfD selalu berhasil masuk ke Bundestag, dan bahkan kini menjadi kelompok oposisi terbesar di parlemen Jerman.

Untuk mendulang lebih banyak suara, AfD mulai memainkan isu anti-Islam dan anti-imigran. Keputusan Angela Merkel tahun 2015 untuk membuka perbatasan Jerman bagi pengungsi dari Suriah dan Irak menjadi salah satu kritik utama AfD, yang berhasi mengumpulkan banyak suara dalam pemilu 2017.

Platform: AfD ingin agar ada lagi pengawasan di perbatasan Uni Eropa, untuk menutup peluang masuknya migran. Untuk mencegah masuknya pengungsi, AfD mengusulkan pendirian kamp-kamp penampungan pengungsi di luar negeri. Selain itu, AfD juga memainkan sentimen nasionalisme dan menuduh warga asing di Jerman hanya merebut tempat kerja warga Jerman yang akhirnya banyak menganggur. AfD juga tidak setuju bahwa perubahan iklim adalah ulah manusia dan menganggap hal itu adalah fenomena alam biasa.

Mitra koalisi pilihan: Semua partai politik di Bundestag menolak bekerjasama dengan AfD. Karena itu, saat ini AfD praktis tidak memiliki pilihan koalisi dan akan tetap menjadi oposisi. Tapi dari posisi politiknya, AfD sangat dekat dengan CSU. (hp/ts)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas