Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Profesor Swedia: Covid-19 Akan Tetap Ada, Capai Herd Immunity Berbasis Vaksin Tidak Mungkin

Profesor Virologi dari universitas terkemuka Swedia telah menyimpulkan bahwa virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan penyakit virus corona (Covid-19) tidak

Profesor Swedia: Covid-19 Akan Tetap Ada, Capai Herd Immunity Berbasis Vaksin Tidak Mungkin
The New England Journal of Medicine via IFL Science
Gambar ini menunjukkan virus corona SARS-CoV-2 menginfeksi sel manusia. Gambar ditangkap dengan menggunakan mikroskop elektron. 

TRIBUNNEWS.COM, STOCKHOLM - Profesor Virologi dari universitas terkemuka Swedia telah menyimpulkan bahwa virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan penyakit virus corona (Covid-19) tidak dapat diberantas dan akan tetap menjadi virus musiman yang berulang.

Keberadaan virus ini disebut tidak dapat dimusnahkan, sehingga mendesak semua orang untuk 'belajar hidup berdampingan dengannya'.

Menariknya, sisi baiknya adalah meskipun kekebalan tubuh yang diperoleh dari vaksinasi hanya bersifat sementara, namun virus tersebut kemungkinan seiring waktu akan kehilangan sebagian potensinya pula.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (9/9/2021), tiga Profesor Virologi Swedia yakni Lennart Svensson dari Universitas Linköping, Åke Lundkvist dari Universitas Uppsala dan Anders Widell dari Universitas Lund, telah menyimpulkan bahwa tingkat vaksinasi yang sangat tinggi mencapai lebih dari 90 persen pun tidak dapat sepenuhnya menghentikan penyebaran infeksi Covid-19.

Seperti yang terlihat pada banyak contoh kasus di seluruh dunia.

"Semuanya menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 akan tetap ada, sebagai virus musiman yang berulang. Kekebalan komunal (herd immunity) akan sangat sulit atau bahkan tidak mungkin bisa dicapai," tulis para Profesor, dalam sebuah opini di surat kabar Dagens Nyheter.

Baca juga: Epidemiolog Swiss: Virus Mirip SARS CoV-2 Mungkin Sudah Ada Sejak 2013

Menurut mereka, empat virus corona yang menginfeksi manusia dan kembali selama musim dingin, menunjukkan gejala flu ringan dan ini sebenarnya telah diketahui umat manusia sejak lama.

Terlebih lagi, sejak 2003, umat manusia telah dipengaruhi oleh dua virus corona yang benar-benar baru dan dapat menyebabkan infeksi yang sangat serius, yakni SARS-CoV-1 dengan angka kematian mencapai sekitar 10 persen serta MERS-CoV yang menyebabkan sekitar 34 persen angka kematian.

Namun, virus corona baru SARS-CoV-2 ini tidak akan bisa diberantas, baik melalui kekebalan alami maupun kekebalan komunal yang diperoleh melalui vaksinasi.

"Karena hanya virus yang menjadikan manusia sebagai inang unik mereka yang dapat sepenuhnya dihilangkan," jelas para profesor.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas