Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Apakah Dosis Booster Penting, Begini Pendapat Para Ahli

Selama sepekan terakhir, ada banyak pertanyaan yang terus dilontarkan para ahli terkait 'apakah orang membutuhkan suntikan dosis penguat (booster) vak

Apakah Dosis Booster Penting, Begini Pendapat Para Ahli
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Vaksinator menyuntikan vaksin dosis ketiga atau booster vaksin Moderna kepada tenaga kesehatan di RSUD Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/8/2021). Pemerintah menargetkan pemberian dosis ketiga kepada tenaga kesehatan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, MARYLAND - Selama sepekan terakhir, ada banyak pertanyaan yang terus dilontarkan para ahli terkait 'apakah orang membutuhkan suntikan dosis penguat (booster) vaksin virus corona (Covid-19)'.

Namun ada satu elemen penting yang hilang dalam percakapan mengenai dosis booster saat ini.

Jika anda berencana menggunakan suntikan booster, ingatlah bahwa vaksinasi lengkap dua dosis masih dapat mencegah 86 persen kasus rawat inap dan kematian pada 82 persen pasien.

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), ini mengindikasikan bahwa vaksin Covid-19 akan melakukan hal persis seperti apa yang dirancang untuk mereka lakukan, bahkan di tengah penyebaran varian Delta yang diketahui lebih cepat dan mudah menular.

Dikutip dari laman CNBC, Jumat (17/9/2021), Direktur Pusat Penelitian Imunisasi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins, Dr. Anna Durbin mengatakan dalam pengarahannya pada hari Rabu lalu bahwa vaksin Covid-19 sama seperti vaksin flu, difokuskan hanya untuk menurunkan kemungkinan terjadinya infeksi dan penyakit yang parah, bukan membasminya.

"Vaksin dirancang untuk mencegah penyakit serius, bukan untuk mencegah infeksi atau mencegah gejala apapun," kata Dr Durbin.

Itu yang menjadi salah satu alasan potensial bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS untuk tetap bersikap netral dalam melihat data baru dari raksasa farmasi Pfizer yang menunjukkan bahwa suntikan booster dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Baca juga: PM Singapura Terima Dosis Booster Vaksin Covid-19, Ini Katanya

Perlu diketahui, pada hari Rabu lalu Pfizer mengirimkan data ke FDA berdasar pada studi yang dilakukan di Israel.

Data tersebut menunjukkan bahwa dosis ketiga dari vaksin mRNA yang diberikan dengan jarak interval enam bulan setelah pemberian dosis kedua, memulihkan perlindungan dari infeksi hingga mencapai 95 persen.

"FDA belum secara independen meninjau atau memverifikasi data yang mendasari kesimpulan Pfizer," tulis FDA dalam sebuah dokumen yang diterbitkan pada Rabu lalu.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas