Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Konflik di Afghanistan

Taliban Surati Sekjen PBB, Minta Perwakilannya Diizinkan Berpidato di Sidang Majelis Umum

Taliban mengirim surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterres, meminta perwakilannya untuk diizinkan berpidato di Sidang Majelis Umum PBB.

Taliban Surati Sekjen PBB, Minta Perwakilannya Diizinkan Berpidato di Sidang Majelis Umum
Hoshang Hashimi / AFP  
Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi berbicara selama konferensi pers di kementerian luar negeri di Kabul pada 14 September 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Afghanistan yang dipilih Taliban, Amir Khan Muttaqi mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Seorang juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, surat yang dikirim Taliban berisi permintaan kepada PBB untuk mengizinkan perwakilannya berbicara dengan para pemimpin dunia pada pertemuan Majelis Umum PBB minggu ini di New York, Selasa (21/9/2021).

"Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menerima surat dari Amir Khan Muttaqi yang ditunjuk Taliban meminta untuk berpartisipasi dalam debat tingkat tinggi itu," kata Dujarric dikutip dari CNA.

Surat yang tertanggal 20 September 2021, yaitu sehari sebelum sesi berlangsung itu, mencantumkan Amir Khan Muttaqi sebagai Menteri Luar Negeri, tambahnya.

Surat itu tidak merinci apakah Muttaqi ingin melakukan perjalanan ke New York untuk berbicara atau Taliban hanya akan mengirimkan pesan video yang direkam, seperti yang dilakukan banyak pemimpin tahun ini karena pandemi Covid-19.

Baca juga: Aktivis Hak-Hak Perempuan Afghanistan: Jangan Tertipu Topeng Taliban

Baca juga: Taliban Bantah Tuduhan Melindungi Al Qaeda di Afghanistan, Ini Kata Mereka

Surat itu juga menunjukkan bahwa Ghulam Isaczai tidak lagi mewakili Afghanistan di PBB, jelas Dujarric.

Selanjutnya, surat itu mengatakan bahwa Taliban telah mencalonkan Suhail Shaheen yang berbasis di Doha, Qatar, sebagai perwakilan tetap Afghanistan untuk PBB.

Adapun surat yang dikirim dengan kop "Imarah Islam Afghanistan Kementerian Luar Negeri" itu mengatakan bahwa mantan presiden Ashraf Ghani telah digulingkan.

Ghani digulingkan terhitung sejak 15 Agustus 2021, hari ketika dia meninggalkan Afghanistan.

"Negara-negara di seluruh dunia tidak lagi mengakui dia sebagai presiden," kata surat itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas