Tribun

Virus Corona

Studi di Malaysia: Vaksin Sinovac Sangat Efektif Melawan Penyakit yang Serius

Hasil studi di Malaysia menunjukkan vaksin Covid-19 Sinovac sangat efektif melawan penyakit serius

Editor: hasanah samhudi
Studi di Malaysia: Vaksin Sinovac Sangat Efektif Melawan Penyakit yang Serius
Youtube Sekretariat Presiden
Indonesia kedatangan Vaksin Jenis Sinovacn23 Agsutus 2021 

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR – Sebuah penelitian cukup besar di Malaysia menunjukkan vaksin Covid-19 Sinovac sangat efektif melawan penyakit yang serius.

Meski demikian, penelitian menemukan juga bahwa vaksin dari Pfizer-BioNTech dan AstraZeneca menunjukkan tingkat perlindungan yang lebih baik.

Temuan ini memberi dorongan kepada perusahaan China, di mana vaksin Covid-19 buatannya mendapat sorotan terkait efektivitasnya menyusul laporan terjadinya infeksi di kalangan petugas kesehatan yang telah divaksinasi penuh Sinovac di Thailand dan Indonesia.

Surat kabar The Straits Times mengutip pejabat kesehatan, Kamis (23/9/2021) bahwa  studi yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia menemukan bahwa 0,011 persen dari sekitar 7,2 juta penerima vaksin Sinovac memerlukan perawatan di unit perawatan intensif (ICU) untuk infeksi Covid-19.

Angka tersebut lebih besar dari 0,002 persen dari sekitar 6,5 juta penerima vaksin Pfizer-BioNTech yang membutuhkan perawatan ICU untuk infeksi Covid-19.

Baca juga: Vaksin Sinovac Tak Lagi Mendominasi di Indonesia, Oktober Nanti Beragam Jenis Vaksin akan Tiba

Baca juga: Studi di China Temukan Gabungan Vaksin CanSino dan SinoVac Lebih Efektif Tingkatkan Antibodi

Sementara 0,001 persen dari 744.958 penerima vaksin AstraZeneca membutuhkan perawatan serupa.

Penelitian dilakukan Institute for Clinical Research bersama gugus tugas Covid-19 nasional Malaysia.

Dr Kalaiarasu Peariasamy, Direktur di Institute for Clinical Research mengatakan, vaksinasi - terlepas dari mereknya - telah mengurangi risiko perawatan intensif sebesar 83 persen dan menurunkan risiko kematian sebesar 88 persen, berdasarkan penelitian yang lebih kecil yang melibatkan sekitar 1,26 juta orang.

"Tingkat perawatan intensif sangat rendah," katanya.

Ia menambahkan bahwa pasien yang masuk perawatan ICU secara keseluruhan di antara individu yang divaksinasi penuh mencapai 0,0066 persen.

Baca juga: Korea Utara Tolak Tawaran Vaksin Sinovac, Sebut Sebaiknya Diberikan ke Negara yang Lebih Membutuhkan

Baca juga: Menkes Sebut Booster Nakes Tak Harus Pakai Vaksin Moderna, Boleh dengan Sinovac

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas