Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Konflik di Afghanistan

Taliban Berburu Harta Karun Kuno Emas Baktria Berusia 2.000 Tahun

Taliban mengumumkan saat ini pihaknya tengah memburu harta karun berusia 2.000 tahun yang disebut emas Baktria.

Taliban Berburu Harta Karun Kuno Emas Baktria Berusia 2.000 Tahun
AFP/BULENT KILIC
Anggota Taliban berkendara di penjara Pul-e-Charkhi di Kabul pada 16 September 2021. AFP/BULENT KILIC 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Taliban mengumumkan saat ini pihaknya tengah memburu harta karun berusia 2.000 tahun yang disebut emas Baktria.

Mengutip Washington Examiner, kelompok yang kini tengah berkuasa di Afghanistan itu mengatakan bahwa jika harta itu dibawa ke luar negeri, mereka akan menganggap tindakan itu sebagai pengkhianatan terhadap negara.

Baca juga: Penyerangan terhadap Taliban di Afghanistan Timur Tewaskan 5 Orang, Berlanjut Pengeboman Kendaraan

RepublicWorld.com melaporkan, benda-benda yang terdiri dari emas Baktria berasal dari sekitar dua milenium.

Banyak pihak yang cemas, jika Taliban dapat merebut barang-barang tersebut, mereka akan menghancurkannya.

Baca juga: 1 Bulan Taliban Berkuasa, Tak Terdengar Lagi Suara Musik di Afghanistan

Ini merupakan upaya Taliban untuk membersihkan sejarah, budaya, dan orang-orang Afghanistan.

Benda-benda itu, yang ditemukan oleh para arkeolog di kuburan pengembara Afghanistan utara yang kaya pada 1970-an, dilaporkan menunjukkan berbagai pengaruh Persia dan Yunani.

Salah satu benda paling berharga di antara barang-barang tersebut adalah mahkota emas dengan hiasan mewah.

Mahkota itu memiliki tinggi lima inci, ditempa dari emas yang dipalu, dan dihiasi dengan daun dan kambing gunung emas.

Tidak mendapatkan akses

Sementara itu, mengutip Reuters, Taliban tampaknya tidak mungkin bisa mendapatkan akses cepat ke sebagian besar aset bank sentral Afghanistan yang bernilai sekitar US$ 10 miliar.

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas