Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Konflik di Afghanistan

Italia: Tidak Mungkin Mengakui Pemerintah Taliban, tetapi Warga Afghanistan Harus Dibantu

Italia menyatakan pemerintah Taliban tidak dapat diakui, tetapi warga Afghanistan harus dibantu untuk mencegah keruntuhan keuangan.

Italia: Tidak Mungkin Mengakui Pemerintah Taliban, tetapi Warga Afghanistan Harus Dibantu
AFP/BULENT KILIC
Anggota Taliban berkendara di penjara Pul-e-Charkhi di Kabul pada 16 September 2021 - Italia menyatakan pemerintah Taliban tidak dapat diakui, tetapi keuangan warga Afghanistan harus dibantu. 

TRIBUNNEWS.COM - Italia menyatakan pemerintah Taliban tidak dapat diakui, Minggu (26/9/2021).

Meski demikian, Italia mendesak pemerintah asing untuk mencegah keruntuhan keuangan di sana yang akan memicu arus migrasi yang besar.

"Pengakuan pemerintah Taliban tidak mungkin karena ada 17 teroris di antara para menteri, dan hak asasi perempuan dan anak perempuan terus dilanggar," kata Menteri Luar Negeri Italia, Luigi Di Maio, dikutip dari Aljazeera.

“Jelas, kita harus mencegah Afghanistan dari ledakan dan dari arus migrasi yang tidak terkendali, yang dapat mengacaukan negara-negara tetangga,” tambahnya.

Di Maio mengatakan, ada banyak cara untuk membantu keuangan Afghanistan tanpa melalui Taliban.

Baca juga: Taliban Gantung Mayat di Alun-alun Kota Afghanistan, Ini Penyebabnya

Baca juga: Amerika Serikat Kutuk Rencana Taliban untuk Lanjutkan Hukuman Amputasi dan Eksekusi di Afghanistan

“Ada cara untuk menjamin dukungan keuangan tanpa memberikan uang kepada Taliban. Kami juga telah sepakat bahwa sebagian dari bantuan kemanusiaan harus selalu ditujukan untuk perlindungan perempuan dan anak perempuan,” ujarnya.

Italia memegang kepresidenan bergilir tahunan G20 dan ingin menjadi tuan rumah pertemuan puncak khusus di Afghanistan.

Negara-negara G20, bersama dengan tetangga Afghanistan, berkomitmen untuk memerangi terorisme, dan bekerja untuk perlindungan hak asasi manusia.

Dikutip dari CNA, terkait kapan para pemimpin G20 bertemu di Afghanistan, Di Maio mengatakan bahwa itu akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang.

"Tanggalnya belum diumumkan tetapi ada syarat untuk mengadakan pertemuan puncak para pemimpin G20, yang akan dipimpin oleh Perdana Menteri Mario Draghi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas