Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korea Selatan Wacanakan Pelarangan Konsumsi Daging Anjing

Presiden Korea Utara, Moon Jae-in mewacanakan akan melakukan pelarangan mengonsumsi daging anjing.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
zoom-in Korea Selatan Wacanakan Pelarangan Konsumsi Daging Anjing
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Anjing peliharaan melakukan berbagai aktivitas dalam acara Purina Alpo Dog Run 2015 di Lapangan Parkir Timur, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (24/5/2015). Acara tersebut dimanfaatkan para pemilik anjing untuk berkumpul dan berbagi informasi serta mendapatkan pengetahuan lebih mengenai bagaimana memberi makanan yang sehat dan bergizi serta melatih hewan peliharaan dengan baik. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Kelompok hak asasi hewan, yang telah lama menyerukan penghentian perdagangan daging anjing menyambut baik komentar Moon.

"Semakin banyak orang Korea Selatan mempertimbangkan konsumsi daging anjing sebagai masalah pelecehan hewan daripada tradisi," Jeon Jin-kyung, kepala Advokat Hak Hewan Korea, mengatakan kepada Korea Times.

Baca juga: Taifun No.16 Memasuki Jepang Selatan, Diperkirakan Jumat Bergeser ke Tokyo

Undang-undang perlindungan hewan Korea Selatan ditujukan untuk mencegah pembantaian kejam terhadap anjing dan kucing.

Namun tidak ada larangan untuk mengonsumsinya.

Praktik Makan Anjing di China

Kebiasaan mengonsumsi daging anjing juga marak terjadi di China.

Pada Juni lalu, aktivis hewan di China mencegat sebuah truk berisi 68 anjing yang berdesak-desakan di dalam kandang.

Rekomendasi Untuk Anda

Truk itu, menurut laporan SCMP pada 21 Juni 2021, tengah beranjak menuju rumah jagal. 

Diduga puluhan anjing-anjing itu akan disantap selama perayaan festival daging anjing.

Menurut Humane Society International (HSI), anjing-anjing itu dicegat di luar kota Yulin, di wilayah otonomi Guangxi.

Peserta mempersiapkan anjing peliharaannya untuk mengikuti karnaval dan perlombaan di acara 1st Bandung Dogs Carnival di Pet Park, Jalan Ciliwung, Kota Bandung, Minggu (23/8). Acara yang diselenggarakan oleh Canine Independence Society (CIS) dalam rangka memperingati HUT ke-70 RI tersebut diikuti 300 anjing berbagai ras dengan diisi acara karnaval, lomba fotografi, lomba anjing terbesar dan terkecil, atraksi anjing, serta demo anjing melanois dari K-9 Unit Polda Jabar. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Peserta mempersiapkan anjing peliharaannya untuk mengikuti karnaval dan perlombaan di acara 1st Bandung Dogs Carnival di Pet Park, Jalan Ciliwung, Kota Bandung, Minggu (23/8). Acara yang diselenggarakan oleh Canine Independence Society (CIS) dalam rangka memperingati HUT ke-70 RI tersebut diikuti 300 anjing berbagai ras dengan diisi acara karnaval, lomba fotografi, lomba anjing terbesar dan terkecil, atraksi anjing, serta demo anjing melanois dari K-9 Unit Polda Jabar. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN (TRIBUN/GANI KURNIAWAN)

Baca juga: Tiga Bulan Banyak Kelinci Warga Tulungagung yang Hilang, Ternyata Dimangsa Oleh Kucing Hutan Jawa

Baca juga: DNA-nya Ditemukan di Puntung Rokok, Danu Sempat Diendus oleh Gonggongan Anjing Pelacak Polisi

Anjing-anjing itu dalam kondisi kesehatan yang buruk dan dilihat dari perilakunya diduga mereka merupakan hewan peliharaan curian.

Pada Februari 2020, pemerintah pusat China melarang konsumsi dan perdagangan satwa liar untuk mengekang penularan penyakit hewan.

Kota-kota selatan Shenzhen dan Zhuhai bahkan melarang makan anjing dan kucing pada Mei 2020.

Sayangnya belum ada larangan nasional untuk konsumsi daging anjing sehingga praktik tersebut masih terjadi di beberapa tempat di China.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas