Tribun

Korban Tewas akibat Kerusuhan di Penjara Ekuador Jadi 116 Orang

Korban kerusuhan di penjara Ekuador bertambah menjadi 116 orang, dan 80 lainnya luka-luka.

Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Korban Tewas akibat Kerusuhan di Penjara Ekuador Jadi 116 Orang
JOSE SANCHEZ LINDAO / AFP
Tentara berjaga di luar penjara di Guayaquil, Ekuador, pada 25 Februari 2021 - Korban tewas akibat kerusuhan di penjara Ekuador menjadi 116 orang. 

Saat ini, pihak kepolisian sedang bekerja untuk mengidentifikasi mayat.

Henry Coral, seorang pejabat polisi, meminta anggota keluarga untuk membantu mempercepat identifikasi mayat dengan memberi tahu pihak berwenang tentang tato, bekas luka, atau ciri khas lainnya dari tahanan yang telah dibunuh.

Polisi mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi, karena beberapa mayat dimutilasi dan dibakar.

Presiden Guillermo Lasso menetapkan keadaan darurat sehingga akan memberikan kekuasaan kepada pemerintah untuk mengerahkan polisi dan tentara ke dalam penjara.

Perintah itu datang sehari setelah pertumpahan darah di penjara Litoral di Guayaquil.

“Sangat disesalkan bahwa penjara diubah menjadi wilayah pertikaian kekuasaan oleh geng-geng kriminal,” kata Lasso.

Lasso menambahkan bahwa dia akan bertindak dengan sangat tegas untuk mendapatkan kembali kendali atas penjara Litoral dan mencegah kekerasan menyebar ke lembaga pemasyarakatan lainnya.

Gambar yang beredar di media sosial menunjukkan puluhan mayat di Paviliun 9 dan 10.

Pemandangan tampak seperti medan perang.

Pertempuran itu dilakukan dengan senjata api, pisau dan bom.

Baca juga: Kemampuan Taliban untuk Kuasai Afghanistan di Luar Prediksi Amerika Serikat

Baca juga: Mendag Australia Akan Kunjungi Indonesia, Ini Agenda yang Bakal Dibahas

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas