Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version
BBC

Anak-Anak ISIS: ‘Ini adalah bencana yang tak bisa kita tangani’

Di dalam kamp-kamp detensi ISIS di Suriah, kekerasan dan radikalisme adalah masalah yang terus tumbuh, kata para pejabat pemerintah.

Kacau, penuh keputusasaan, dan berbahaya — seperti itulah Kamp al-Hol.

Ini adalah rumah bagi istri-istri dan anak-anak para pejuang asing kelompok ISIS — sebuah kota tenda, di mana mereka hidup saling berdesakan, dikelilingi oleh para penjaga bersenjata, menara pengawas, dan pagar kawat berduri.

Kamp di gurun yang luas ini berjarak empat jam perjalanan dari al-Malikyah, dekat perbatasan Suriah-Turki, di timur laut Suriah.

Di dalamnya, para perempuan berpakaian hitam dan mengenakan niqab. Beberapa lebih suka menyendiri, sementara yang lain nampak tidak bersahabat.

Di sudut, dekat sebuah pasar kecil yang terlindung dari terik matahari, ada sekelompok perempuan yang bersedia berbincang dengan BBC. Mereka berasal dari Eropa Timur.

Baca juga:

Saya bertanya kepada mereka bagaimana mereka bisa sampai di sini, tapi mereka tidak bercerita banyak, seraya menyalahkan suami mereka yang memutuskan menempuh perjalanan ribuan kilometer untuk bergabung dengan ISIS — kemudian hidup di bawah rezim yang menyiksa, membunuh, dan memperbudak ribuan orang itu.

Satu-satunya kejahatan mereka, menurut mereka, adalah jatuh cinta pada pria yang salah.

Ini adalah kisah yang lazim diceritakan oleh istri-istri para militan ISIS. Bagaimanapun, mereka berusaha melepaskan diri dari rezim yang gamblang akan kebrutalan dan tujuannya.

Suami mereka entah sudah meninggal, dipenjara, atau hilang, dan mereka sekarang terjebak di sini bersama anak-anak mereka.

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas