Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Gubernur New York Minta Maaf ke Keluarga Korban Covid-19 Akibat Kebijakan Kontroversial Cuomo

Gubernur New York Kathy Hochul meminta maaf kepada kerabat korban virus Corona yang meninggal di panti jompo karena kebijakan penanganan Covid-19.

Gubernur New York Minta Maaf ke Keluarga Korban Covid-19 Akibat Kebijakan Kontroversial Cuomo
News784
Gubernur New York Kathy Hochul 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Gubernur New York Kathy Hochul telah meminta maaf kepada kerabat korban virus Corona yang meninggal di panti jompo karena kebijakan kontroversial mantan Gubernur New York Andrew Cuomo pada masa puncak pandemi.

Hochul bertemu dengan keluarga korban dan Perwakilan Partai Demokrat wilayah Brooklyn, dalam apa yang digambarkan sebagai peristiwa yang 'penuh air mata dan emosional'.

Kelompok itu memberikan daftar tuntutan mereka kepada Hochul agar dapat memperbaiki kesalahan pendahulunya itu.

Dikutip dari Sputnik News, Kamis (14/10/2021), para keluarga korban ini menuntut agar negara bagian tersebut tidak hanya memberlakukan reformasi perawatan terhadap para lanjut usia (lansia) saja, namun mengakui kesalahan terkait arahan kontroversial yang dilakukan Cuomo, mendukung penyelidikan terhadap krisis yang terjadi di panti jompo, melepaskan semua data panti jompo yang tersisa.

Baca juga: Tidak Mau Divaksin Covid-19, Ribuan Guru di Kota New York Dirumahkan Tanpa Digaji

Kemudian melakukan 'audit ulang' terkait semua kematian yang terjadi di panti jompo akibat Covid-19, memperkenalkan dana kompensasi korban panti jompo dan membuat memorial bagi korban panti jompo.

Baca juga: Heboh di Media Sosial, Warga Antivaksin di New York Acak-Acak Food Court

Hochul pun meminta maaf kepada keluarga korban atas kebijakan yang diberlakukan oleh mantan Gubernur Cuomo.

Haydee Pabey, yang kehilangan ibunya yang berusia 72 tahun yakni Elba Pabey karena Covid-19 di sebuah panti jompo, memuji sikap Hochul.

Baca juga: Singapura Mulai Buka Perbatasan, Bersiap Hidup Berdampingan dengan Covid-19

"Itu seolah menghantam dinding bata dengan munculnya pemerintahan terakhir (di New York) ini," kata Pabey.

Hal yang sama pun disampaikan Peter Arbeeny, yang kehilangan ayahnya karena Covid-19.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas