Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

PM Jepang Fumio Kishida Resmi Bubarkan Parlemen

PM Kishida menekankan, garis menang kalah dalam pemilu yang dapat mempertahankan pemerintahan sendiri adalah prioritas terendah.

PM Jepang Fumio Kishida Resmi Bubarkan Parlemen
Foto Asahi
Para anggota parlemen Jepang bersorak setelah parlemen dibubarkan PM Jepang, Kamis (14/10/2021) siang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Parlemen Jepang (majelis rendah) akhirnya dibubarkan, Kamis (14/10/2021) sekitar jam 13.03 waktu Jepang. Ini adalah waktu tercepat dalam sejarah untuk menyelenggarakan pemilu yang hasilnya akan dilakukan 31 Oktober 2021.

"Dengan ini parlemen Jepang dibubarkan," papar PM Jepang Fumio Kishida, Kamis (14/10/2021).

PM Kishida menekankan, garis menang kalah dalam pemilu yang dapat mempertahankan pemerintahan sendiri adalah prioritas terendah.

"Terpenting saya ingin melakukan yang terbaik buat negeri ini sebagai tanggung jawab kepada rakyat banyak," kata Fumio Kishida.

Pemilu nasional kali ini yang terpendek dalam sejarah. Disiapkan hanya memakan waktu 17 hari dari pembubaran parlemen hingga penghitungan suara, yang merupakan waktu terpendek setelah Perang Dunia II.

Dalam pemilihan anggota parlemen (DPR), selain menyikapi virus corona, sikap terhadap “warisan negatif” hingga pemerintahan sebelumnya, seperti isu Moritomo Gakuen, Kakei Gakuen, dan Sakura wo Miru Kai, akan dipertanyakan, dan pemilu akan masuk secara virtual.

Perdana menteri menganjurkan "kapitalisme baru" dan menekankan sikap "berorientasi pada distribusi".

Baca juga: Kualitas Jepang Jadi Daya Tarik Konsumen Beli Rumah di Savasa Kota Deltamas

Diharapkan akan menarik pandangan politik yang berpusat pada kebijakan ekonomi.

"Saya ingin memohon kepada Anda tentang apa yang kami coba lakukan dan apa yang kami tuju," kata Perdana Menteri kepada wartawan di Kantor Perdana Menteri.

Baik Partai Liberal Demokrat (LDP) dan rekanan koalisi Komeito berusaha menguasai suara di 220 daerah pemilihan serta berusaha meraih jumlah suara sdikitnya 8,5 juta perwakilan proporsional di Jepang supaya bisa memperoleh mayoritas nantinya.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas