Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Eks Intel Sebut Pangeran MBS Pernah Berniat Membunuh Raja Abdullah dengan Cincin Beracun dari Rusia

Eks intelijen Arab Saudi menuding Putra Mahkota Muhammad bin Salman (MBS) pernah sesumbar akan membunuh raja yang menjabat sebelum ayahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Eks Intel Sebut Pangeran MBS Pernah Berniat Membunuh Raja Abdullah dengan Cincin Beracun dari Rusia
(The Guardian/AFP/Getty Images/Fayez Nureldine)
Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman bin Abdulaziz al-Saud. (The Guardian/AFP/Getty Images/Fayez Nureldine) 

Menantunya juga dilaporkan diculik untuk dibawa paksa ke Arab Saudi dan disiksa hingga ditahan.

Pengadilan Saudi menghukum kedua anak al-Jabri masing-masing sembilan dan enam setengah tahun penjara, karena pencucian uang dan secara tidak sah berusaha melarikan diri dari Arab Saudi, menurut kelompok hak asasi.

Pemerintah Saudi mengatakan kepada CBS News bahwa al-Jabri adalah mantan pejabat pemerintah yang didiskreditkan karena kerap menyebarkan kebohongan untuk menutupi dugaan kejahatan keuangan yang menjeratnya.

Sebelumnya, otoritas Saudi telah mengeluarkan permintaan ekstradisi dan pemberitahuan Interpol untuk al-Jabri karena kasus dugaan korupsi.

Namun al-Jabri mengklaim kekayaannya berasal dari kemurahan hati keluarga kerajaan yang dia layani.

Dilansir Reuters, Saad al-Jabri sebelumnya menjabat sebagai ajudan untuk Pangeran Mohammed bin Nayef, yang digulingkan Pangeran MBS sebagai pewaris takhta dalam kudeta istana pada 2017.

Pangeran Muhammad bin Salman al Saud
Pangeran Muhammad bin Salman al Saud (theindependent.co.uk)

Baca juga: Saudi-Iran Gelar Negosiasi Rahasia, Pangeran MBS Ingin Bersahabat dengan Teheran

Baca juga: Kemenag: Sistem Umrah Satu Pintu untuk Bangun Kepercayaan Arab Saudi

Pada Agustus 2019, al-Jabri mengajukan gugatan di pengadilan AS yang menyeret nama Pangeran MBS.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam gugatan tersebut, putra mahkota Saudi itu dikatakan mengirim Tiger Squad untuk membunuhnya pada Oktober 2018.

Namun rencana itu gagal karena agen perbatasan Kanada tidak mengizinkan mereka masuk.

Diketahui laporan pembunuhan berencana kepada Jabri terjadi beberapa hari setelah pembunuhan Jamal Khashoggi.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas