Tribun

Virus Corona

Eropa Diprediksi Bakal Jadi Pusat Pandemi Covid-19 Lagi

Cakupan program vaksinasi Covid-19 yang tidak merata dan pelonggaran tindakan pencegahan telah membawa Eropa ke “titik kritis” dalam pandemi.

Editor: Malvyandie Haryadi
Eropa Diprediksi Bakal Jadi Pusat Pandemi Covid-19 Lagi
Andolu New Agency
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi Eropa bakal menjadi pusat pandemi covid-19 lagi.

Cakupan program vaksinasi Covid-19 yang tidak merata dan pelonggaran tindakan pencegahan telah membawa Eropa ke “titik kritis” dalam pandemi.

Saat ini, kasus Covid-19 di Eropa kembali lagi pada tingkat yang mendekati rekor dan 500.000 lebih banyak kematian dari yang diperkirakan pada Februari.

Melansir The Guardian, Hans Kluge, direktur WHO Eropa, mengatakan semua 53 negara di kawasan itu menghadapi ancaman nyata kebangkitan Covid-19 atau sudah memeranginya.

Dia mendesak pemerintah untuk menerapkan kembali atau melanjutkan langkah-langkah sosial dan protokol kesehatan masyarakat.

“Kita, sekali lagi, berada di pusat krisis. Dengan kebangkitan virus yang meluas, saya meminta setiap otoritas kesehatan untuk mempertimbangkan kembali dengan hati-hati pelonggaran atau pencabutan langkah-langkah saat ini,” jelas Kluge.

Baca juga: 680.100 Vaksin Covid-19 AstraZeneca Tiba di Indonesia

“Pesannya selalu: lakukan semuanya. Vaksin melakukan apa yang dijanjikan: mencegah bentuk penyakit yang parah dan terutama kematian … Tetapi vaksin adalah aset kita yang paling kuat hanya jika digunakan bersama dengan langkah-langkah kesehatan masyarakat dan sosial,” tambahnya.

Catherine Smallwood, petugas darurat senior WHO Eropa, mengatakan negara-negara yang sebagian besar telah mencabut tindakan pencegahan telah mengalami lonjakan infeksi.

Dengan vaksinasi, berarti mereka tidak melihat tingkat rawat inap atau kematian yang sama seperti yang diprediksi sebelumnya.

“Namun, semakin banyak kasus yang Anda alami, semakin banyak orang akan berakhir di rumah sakit, dan semakin banyak orang pada akhirnya akan mati. Jadi ada penjelasan yang sangat sederhana untuk apa yang terjadi. Kita memiliki banyak individu yang rentan, termasuk di negara-negara dengan vaksinasi tinggi, dan ini mengarah pada wabah eksplosif Covid-19 yang tidak terduga. Dan bukan itu yang kita inginkan saat ini,” papar Smallwood.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas