Tribun

Virus Corona

AS Minta China Bebaskan Jurnalis Wuhan yang Laporkan Wabah Covid-19

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinannya terkait memburuknya kondisi jurnalis warga China yang ditahan, Zhang Zhan.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Inza Maliana
AS Minta China Bebaskan Jurnalis Wuhan yang Laporkan Wabah Covid-19
Twitter
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinannya terkait memburuknya kondisi jurnalis warga China yang ditahan, Zhang Zhan. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinannya terkait memburuknya kondisi jurnalis warga China yang ditahan, Zhang Zhan.

Washington lantas mendesak Beijing untuk membebaskan jurnalis tersebut.

Zhang dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena laporannya di lapangan tentang wabah virus corona di Wuhan .

"Kami telah berulang kali menyatakan keprihatinan serius kami tentang sifat sewenang-wenang penahanannya dan perlakuan buruknya selama itu. Kami mengulangi seruan kami ke RRC (Republik Rakyat China) untuk pembebasannya segera dan tanpa syarat," kata juru bicara departemen luar negeri AS Ned Price kepada wartawan pada Senin (8/11/2021).

Baca juga: Myanmar Mendakwa Jurnalis AS dengan Pasal Terorisme dan Penghasutan

Baca juga: Hari Pahlawan, Kaum Muda Bisa Teladani Sosok Jurnalis Perempuan Pertama Indonesia Roehana Koeddoes

Zhang Zhan
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinannya terkait memburuknya kondisi jurnalis warga China yang ditahan, Zhang Zhan.

Mengutip Independent, Zhang telah melakukan mogok makan intermiten sejak penahanannya pada Mei 2020.

Zhang telah kehilangan berat badan dan dilaporkan dicekok paksa makan melalui selang makanan.

Mengutip laporan tentang kondisi kesehatannya, Price mengatakan bahwa pemerintah AS memiliki "keprihatinan serius tentang sifat sewenang-wenang penahanannya dan perlakuan buruknya selama itu".

“Kami mengulangi seruan kami ke RRT untuk pembebasannya segera dan tanpa syarat,” tambahnya.

Baca juga: China Akan Uji Puluhan Ribuan Sampel Bank Darah di Wuhan Untuk Selidiki Asal-Usul Covid-19

Baca juga: Perusahaan Amerika yang Didanai AS Disebut Meneliti Virus Corona di Lab Wuhan Sejak 2014

Mantan pengacara berusia 38 tahun itu telah melakukan perjalanan ke Wuhan pada Februari 2020 ketika kasus-kasus awal penyakit virus corona dilaporkan.

Ia mendokumentasikan dan menyiarkan langsung apa yang dia lihat di jalan-jalan dan rumah sakit di Wuhan – pusat penyebaran virus corona – meskipun ada ancaman dari otoritas China.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas