Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Malaysia Kini Rajin Tes Covid-19 Mandiri Tiap Mau Hadiri Pertemuan

Banyak warga Malaysia yang kini semakin peduli terhadap kesehatannya dengan melakukan tes mandiri antigen virus corona.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Warga Malaysia Kini Rajin Tes Covid-19 Mandiri Tiap Mau Hadiri Pertemuan
HandOut/Istimewa
Alat tes antigen Cov-test. Banyak warga Malaysia yang melakukan tes mandiri antigen virus corona atau Covid-19 sebelum keluar rumah. 

Sebelumnya, kit ini dijual di klinik dan apotek terpilih dengan harga tertinggi 39,90 ringgit Malaysia.

Namun pemerintah negara itu kemudian menetapkan harga eceran maksimum pada 19,90 ringgit Malaysia per unit dan harga grosir pada 16 ringgit Malaysia per unit, harga ini efektif berlaku sejak 5 September lalu.

Harga eceran selanjutnya dikurangi menjadi 6.90 ringgit Malaysia sejak 1 November lalu, sebagai insentif bagi publik untuk mendorong mereka dapat melakukan tes secara mandiri.

Di Singapura, harga kit ini masing-masing berkisar antara 8 hingga 13 dolar Amerika Serikat (AS), dengan harga per kit yang lebih rendah untuk paket yang lebih besar.

Shahid mengaku sebelumnya ia tidak mampu melakukan tes mandiri sesering mungkin, karena harga kit cukup mahal.

"Tapi karena sekarang lebih terjangkau, tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Saya bahkan membelinya dalam jumlah besar sekarang, ini tanggung jawab saya sebagai anak, saudara, dan warga Malaysia," jelas Shahid.

Tren self-testing secara berkala ini juga didorong oleh kemunculan varian Delta Plus yang disebut bersifat 10 hingga 15 persen lebih menular dibandingkan varian Delta.

Rekomendasi Untuk Anda

Malaysia pada 6 November lalu, mengumumkan telah mendeteksi dua kasus pertama varian Delta Plus.

Lalu pada Rabu kemarin, negara itu melaporkan 6.243 kasus harian.

Apoteker Low Aik Meng mengatakan ada tren peningkatan yang stabil dari pelanggan yang membeli alat tes dalam jumlah besar, sejak harga eceran baru diumumkan pada 1 November lalu.

"Saat test kit rumahan kali pertama diperkenalkan pada Juli lalu, responsnya bagus tetapi tidak banyak yang membeli begitu banyak karena harganya cukup mahal. Tapi sejak pengumuman itu, seorang pelanggan bisa mengambil 5 atau 10 sekaligus," kata Low, yang mengoperasikan apotek di Subang Jaya.

Ia mengaku, saat ini dapat secara mudah menjual ratusan test kit per harinya.

"Penjualan kami untuk kit telah naik 100 persen menjadi 150 persen, kami juga melihat banyak orang Samaria yang baik dan relawan membeli banyak untuk dibagikan kepada yang membutuhkan," tegas Low.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas