Tribun

Bank Makanan AS Berjuang Beri Makan Warga Amerika yang Kelaparan

Meningkatnya inflasi dan langkanya pasokan tentu sangat memberatkan masyarakat AS, menjelang musim liburan di Amerika

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Bank Makanan AS Berjuang Beri Makan Warga Amerika yang Kelaparan
Reuters
Bank Makanan di seluruh Amerika Serikat (AS) saat ini sedang berjuang untuk mengimbangi jumlah warga Amerika yang membutuhkan bantuan. Hal ini dilakukan di tengah rekor inflasi dan krisis rantai pasokan yang telah mencengkeram negara itu menjelang musim liburan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Bank Makanan seluruh Amerika Serikat (AS) sedang berjuang untuk mengimbangi jumlah warga Amerika yang membutuhkan bantuan.

Ini dipicu rekor inflasi dan krisis rantai pasokan yang telah mencengkeram negara itu menjelang musim liburan.

Seperti yang disampaikan Direktur Eksekutif Bank Makanan Komunitas Alameda County, California, Regi Young pada Sabtu kemarin.

"Bank Makanan Komunitas Alameda County California pun telah dipaksa untuk 'menentukan banyak pilihan yang sangat sulit' karena inflasi dan meningkatnya biaya makanan," kata Young.

Dengan melonjaknya harga untuk beberapa 'makanan pokok', seperti buah, sayuran dan daging kaleng, ia mengatakan bahwa bank terpaksa meregangkan anggaran mereka 'sebanyak mungkin'.

"Ini untuk memastikan bahwa keluarga di komunitas kami memiliki makanan yang mereka butuhkan," jelas Young.

Baca juga: Sehari Dibayar Rp 1 Juta, Sejumlah Pemuda Ini Bekerja Jaga Makam, Berbekal Alquran hingga Makanan

Dikutip dari laman Russia Today, Minggu (14/11/2021), Bank Makanan juga sedang menghadapi masalah transportasi dan waktu pengiriman yang lama.

"Tahun lalu, kami bisa mendapatkan sesuatu sekitar dua hingga tiga minggu. Namun hari ini, kami harus benar-benar menggandakan kerangka waktu itu," tegas Young.

Meningkatnya inflasi dan langkanya pasokan tentu sangat memberatkan masyarakat AS, menjelang musim liburan di Amerika.

Beberapa Bank Makanan bahkan kini mulai menggunakan ayam, ikan, dan daging lainnya untuk perayaan Thanksgiving, dibandingkan kalkun yang merupakan menu tradisional Thanksgiving di sana.

"Sebagai gambaran, tahun lalu, kami menyajikan 5.000 hingga 6.000 kalkun, namun tahun ini, saya hanya memiliki lima di freezer saya," kata Direktur Bank Makanan Regional River Valley, Arkansas, Tracey Engel pada Jumat lalu.

Ia menambahkan bahwa pengiriman makanan saat ini membutuhkan waktu 'hingga empat bulan', karena kenaikan besar dalam biaya transportasi.

"Bukan karena tidak ada kalkun, itu karena kalkun berada di tempat yang salah dan pada waktu yang salah," kata seorang Ekonom Pertanian di Michigan State University, Trey Malone pada awal pekan ini.

Ia pun menolak istilah 'kekurangan' dalam pasokan kalkun.

Melihat peningkatan warga Amerika yang mencari bantuan selama pandemi virus corona (Covid-19), Bank Makanan semakin menyerukan bahwa mereka membutuhkan lebih banyak relawan dan donasi untuk memenuhi permintaan yang besar.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden telah banyak dikritik karena dianggap gagal mengendalikan inflasi negara itu.

Menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada Oktober lalu, biaya hidup di AS kini telah meningkat dengan rekor dua dekade yakni 6,2 persen.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas