Tribun

Virus Corona

Protes Pembatasan Covid-19 Musim Dingin, Kerusuhan Melanda Eropa, dari Belanda hingga Austria

Kerusuhan dan aksi protes melanda seluruh Eropa. Hal ini terkait dengan kemarahan warga atas pembatasan kegiatan Covid

Editor: Sanusi
Protes Pembatasan Covid-19 Musim Dingin, Kerusuhan Melanda Eropa, dari Belanda hingga Austria
AFP/JOE KLAMAR
Meja dan kursi kafe jalanan yang ditutup menumpuk di Graben, sebuah jalan di pusat kota Wina yang biasanya dipenuhi kerumunan orang, di Wina, Austria, pada 22 November 2021. - Austria telah memasuki penguncian nasional dalam upaya putus asa untuk menahan infeksi coronavirus spiral. (Photo by JOE KLAMAR / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Kerusuhan dan aksi protes melanda seluruh Eropa. Hal ini terkait dengan kemarahan warga atas pembatasan kegiatan Covid-19 yang baru di musim dingin.

Melansir Business Insider, aksi protes terbaru ini sedang berlangsung di seluruh Eropa sebagai tanggapan terhadap pembatasan musim dingin.

Telah terjadi aksi demonstrasi di kota-kota besar di seluruh Eropa yang menentang aturan dan persyaratan baru terkait pembuktian vaksinasi.

Baca juga: Sampaikan Kondisi Pandemi Covid-19 Global, Menkes: Eropa Meningkat, Indonesia harus Waspada

Bahkan, tak jarang aksi demonstrasi itu berujung pada kekerasan dan penangkapan atau berubah menjadi kerusuhan.

Aksi demonstrasi terkait virus corona bukanlah hal baru di Eropa. Masyarakat melakukan protes untuk menentang penguncian dan pembatasan pada tahun 2020, dan protes berlanjut hingga tahun ini.

Ini karena pemerintah negara Eropa memberlakukan aturan di mana setiap masyarakat harus menunjukkan bukti vaksinasi jika ingin mengakses tempat-tempat publik.

Akan tetapi, para pengunjuk rasa kini membidik pembatasan baru yang mulai diberlakukan pada awal musim dingin yang bertujuan untuk mengurangi gelombang Covid-19 musim dingin dan semakin beratnya beban sistem kesehatan di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan Reuters, ratusan orang melakukan kerusuhan di Rotterdam, Belanda, pada hari Jumat, dengan tiga orang dirawat di rumah sakit setelah polisi menembakkan peluru.

Dalam kejadian itu, 51 orang ditangkap. Mereka berdemonstrasi menentang proposal pemerintah yang ingin memberlakukan aturan di mana setiap orang harus menunjukkan bukti bahwa mereka telah divaksinasi, baru saja pulih dari Covid-19, atau memiliki hasil tes negatif.

Ahmed Aboutaleb, walikota Rotterdam, mengatakan aksi protes itu menjadi "pesta kekerasan".

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas