Tribun

Wanita di Jepang Tewas Ditabrak Mobil yang Dikendarai Pria Mabuk di Kota Kitakyushu

Polisi menangkap seorang pekerja konstruksi atas dugaan tabrak lari dan mengendarai mobil karena mabuk.

Editor: Dewi Agustina
Wanita di Jepang Tewas Ditabrak Mobil yang Dikendarai Pria Mabuk di Kota Kitakyushu
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sakurako Katayama (31) meninggal setelah menjadi korban tabrak lari. Korban ditabrak mobil di jalan raya nasional di Kota Kitakyushu, Prefektur Fukuoka, Sabtu (20/11/2021) lalu. Sepatu korban dan pecahan bemper di jalan raya lokasi tabrakan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sakurako Katayama (31) meninggal setelah menjadi korban tabrak lari. Korban ditabrak mobil di jalan raya nasional di Kota Kitakyushu, Prefektur Fukuoka, Sabtu (20/11/2021) lalu.

Polisi menangkap seorang pekerja konstruksi atas dugaan tabrak lari dan mengendarai mobil karena mabuk.

"Tersangka Nozomi Yui (22), seorang pekerja kantoran di Kota Kitakyushu, telah ditangkap akibat kelalaian mengemudi sehingga menyebabkan Sakurako meninggal dunia," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (22/11/2021).

Menurut polisi, Nozomi Yui mabuk dan mengendarai mobil sebelum jam 4 pagi pada tanggal 20 November.

Dia akhirnya menabrak Sakurako Katayama (31) di Jalan Raya Nasional No. 10 di Kokurakita-ku, Kitakyushu Jepang, hingga korban meninggal dunia.

Sepatu korban dan pecahan bemper di jalan raya lokasi tabrakan.
Sepatu korban dan pecahan bemper di jalan raya lokasi tabrakan. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Saya menyaksikan kecelakaan ketika mau menjemput Katayama yang kembali dari luar," ungkap pacar Katayama yang sudah menyiapkan cincin untuk melamarnya malam itu.

"Saya langsung bergegas dan memanggil ambulans. Sayang sekali saya tidak bisa mencegahnya," ujarnya.

Awalnya, pacar Katayama berencana untuk berada di lokasi tersebut pada keesokan harinya.

Baca juga: 20 Jam Tangan Mewah Dirampok di Osaka Jepang, Pelaku Dalam Pengejaran Polisi

"Saya dan dia berencana berbelanja pada hari Minggu (21/11/2021) dan berpikir untuk membeli cincin untuk melamarnya," kata dia.

"Peristiwa ini terjadi sebelum lamaran dan membuat saya sangat sedih," kata sang pacar sambil menangis.

Alkohol terdeteksi dalam napas Yui ketika dia ditemukan oleh polisi.

Menanggapi penyelidikan, dia mengakui mengemudi dalam keadaan mabuk.

"Saya melarikan diri karena saya takut mengemudi dalam keadaan mabuk akan terungkap," katanya.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas