Tribun

Di Jepang Kini Ada Hotel Mayat, Malah Muncul Pro dan Kontra

 Bukan hanya orang hidup perlu hotel, orang yang sudah meninggal pun perlu hotel dan mulai bermunculan saat ini di Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Di Jepang Kini Ada Hotel Mayat, Malah Muncul Pro dan Kontra
Foto Asahi
Hotel Bagi Orang Meninggal (Hotel mayat) di Kawasaki Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Bukan hanya orang hidup perlu hotel, orang yang sudah meninggal pun perlu hotel dan mulai bermunculan saat ini di Jepang.

Di beberapa tempat di Jepang aktif masyarakat mendiskriminasi mayat.

"Hilangkan mayat itu sendiri dari kehidupan sehari-hari dan hapus bukti fisik yang mengingatkan pada kematian," ungkap seorang pemrotes kepada Tribunnews.com baru-baru ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, gerakan oposisi telah terjadi di berbagai bagian tempat atas pembangunan hotel mayat atau hotel bagi orang yang meninggal dunia.

Misalnya, di hotel mayat di Kota Kawasaki, Prefektur Kanagawa, pada sesi pengarahan untuk penduduk setempat yang diadakan sebelum konstruksi, ada pendapat bahwa "keberadaan fasilitas seperti itu di lingkungan itu sendiri tidak menyenangkan.

Ironisnya, sanggahan manajemen terhadapnya cukup lugas. "Tidak ada masalah hukum. Pikirkan baik-baik. Semua orang mati. Mungkin ada saatnya Anda membutuhkan fasilitas seperti itu."

Peran mendukung masa tunggu krematorium kecil cukup besar. Hal ini juga didiskusikan di grup Pecinta Jepang dan bagi yang mau bergabung silakan email: info@tribun.in

Hotel mayat adalah fasilitas yang didedikasikan untuk kamar mayat, dan tujuan utamanya adalah untuk menyimpannya sampai pemakaman atau kremasi.

Jumlah kematian tahunan di Jepang saat ini sekitar 1,37 juta (Vital Statistics dari  Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan).

Halaman
123
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas