Tribun

Virus Corona

Hadapi Virus Corona Omicron, Jepang Lakukan Tindakan Pengetatan Karantina Selama 10 Hari

Pengetatan masuknya orang asing dilakukan Jepang untuk menghadapi menyebarnya virus corona Omicron yang ditemukan di Afrika Selatan.

Editor: Dewi Agustina
Hadapi Virus Corona Omicron, Jepang Lakukan Tindakan Pengetatan Karantina Selama 10 Hari
NHK
Yoshinobu Yanagimoto (44), dan istrinya Maki (kiri) serta putrinya (belakang), di Afrika Selatan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang memperketat masuknya orang ke Jepang termasuk kepada warga Jepang dengan menerapkan karantina selama 10 hari mulai Jumat (26/11/2021).

Pengetatan masuknya orang asing ini dilakukan Jepang untuk menghadapi menyebarnya virus corona Omicron yang ditemukan di Afrika Selatan (Afsel).

"Kita akan perketat masuknya orang ke Jepang dengan memberlakukan karantina selama 10 hari di hotel yang ada dan dimonitor ketat pemerintah nantinya," papar Hirokazu Matsuno, Sekretaris Kabinet Jepang, Jumat (26/11/2021).

Ahli virus corona, Professor Tetsuo Nakayama dari Laboratory of Virus Infection, Kitasato Institute for Life Sciences membenarkan bahayanya viris cirina Omicron yang ditemukan di Afsel.

"Dari 30 jenis virus corona yang ditemukan, pada bagian spike untuk Omicron memang lain sendiri dan ini sangat bahaya, lebih bahaya dari jenis varian lain yang ada selama ini," papar Profesor Nakayama, Sabtu (27/11/2021).

Sementara suara kecemasan dari ekspatriat Jepang yang ada di Afsel juga disiarkan TV NHK, Minggu (28/11/2021).

Baca juga: Tambahan Anggaran Pertahanan Jepang 773,8 Miliar Yen, Terbesar Dalam Sejarah

Ekspatriat Jepang lokal dan keluarga mereka telah menyatakan kecemasan, dan beberapa telah menyerah pada kepulangan sementara mereka ke Jepang, di mana tindakan perbatasan telah diperkuat.

Dari jumlah tersebut, Yoshinobu Yanagimoto (44), yang bekerja untuk sebuah organisasi internasional, telah tinggal di kota terbesar Johannesburg selama lima tahun, bersama istrinya Maki dan dua anaknya yang berusia 8 dan 6 tahun.

Yanagimoto mengatakan tentang konfirmasi virus mutan, "Saya masih terkejut. Saya sedang menyelidiki efek seperti apa yang akan terjadi, jadi saya ingin melihat beritanya."

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas