Tribun

Krisis Myanmar

Aung San Suu Kyi Hadapi Putusan Pertama Pengadilan, Jika Terbukti Terancam Penjara 2-3 Tahun

Aung San Suu Kyi menghadapi putusan pertama pengadilan Selasa (30/11/2021) atas tuduhan penghasutan, dan jika terbukti terancam penjara 2-3 tahun

Editor: hasanah samhudi
Aung San Suu Kyi Hadapi Putusan Pertama Pengadilan, Jika Terbukti Terancam Penjara 2-3 Tahun
AFP
Foto yang dirilis Kementerian Informasi Myanmar pada 26 Mei 2021 menunjukkan Aung San Suu Kyi (kiri) dan presiden Win Myint (kanan) yang ditahan selama persidangan pertama mereka di Naypyidaw, sejak militer menahan mereka dalam kudeta pada 1 Februari. Pemimpin terguling Myanmar Aung San Suu Kyi bersaksi untuk pertama kalinya di pengadilan junta pada 26 Oktober 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, YANGON - Pengadilan di Myanmar akan mengeluarkan keputusan pertamanya dari hampir selusin kasus terhadap pemimpin demokrasi Aung San Suu Kyi, pada Selasa (30/11/2021).

Jika terbukti bersalah, Aung San Suu Kyi terancam hukuman penjara maksimum gabungan lebih dari 100 tahun.

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian memimpin pemerintahan sipil terpilih yang digulingkan dalam kudeta militer 1 Februari.

Ia telah ditahan tanpa komunikasi dan diadili sejak Juni, dengan persidangan tertutup.

Menurut sumber yang mengetahui proses tersebut, seorang hakim akan memutuskan pada hari Selasa atas tuduhan penghasutan dan melanggar undang-undang bencana alam dengan melanggar protokol Covid-19.

Baca juga: Junta Myanmar Mendakwa Aung San Suu Kyi atas Dugaan Kecurangan Pemilu

Baca juga: Dua Sekutu Aung San Suu Kyi Dijatuhi Hukuman Penjara 90 dan 75 Tahun

Jika terbukti, tuduhan itu itu akan membuatnya dipenjara masing-masing hingga dua dan tiga tahun.

Menghadapi nasib yang sama jika terbukti bersalah adalah rekan terdakwa Win Myint, presiden terguling dan sekutu partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Suu Kyi.

Baik junta maupun media pemerintah tidak memberikan informasi tentang proses tersebut dan pengacara para terdakwa telah diperintahkan junta untuk tidak memberikan pernyataan.

Suu Kyi juga didakwa melakukan korupsi dan pelanggaran undang-undang rahasia resmi.

Amerika Serikat dan para ahli dari Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengutuk dakwaan dan menuntut pembebasan para terdakwa.

Baca juga: Aung San Suu Kyi Beri Kesaksian Sendiri di Pengadilan, Bantah Tuduhan Telah Menghasut

Baca juga: Militer Myanmar Tak Akan Izinkan Utusan Khusus ASEAN Bertemu Aung San Suu Kyi

Halaman
12
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas