Tribun

Virus Corona

Amerika Konfirmasi Kasus Pertama Omicron, Terdeteksi di California, Sudah Vaksin Lengkap

AS konfirmawsi kasus pertama varian Omicron, terdeteksi di California dan individu tersebut sudah divaksin lengkap, kini jalani karantina mandiri.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Amerika Konfirmasi Kasus Pertama Omicron, Terdeteksi di California, Sudah Vaksin Lengkap
Anna Moneymaker/Getty Images/AFP
Dr. Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular dan Kepala Penasihat Medis Presiden, memberi isyarat saat menjawab pertanyaan dari seorang reporter setelah memberikan pembaruan tentang Omicron COVID-19 varian selama konferensi pers harian di Gedung Putih pada 01 Desember 2021 di Washington, DC. Kasus pertama varian omicron di Amerika Serikat telah dikonfirmasi hari ini di California. 

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi kasus pertama dari varian Omicron di California.

Dr. Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular mengatakan dalam jumpa pers Gedung Putih bahwa individu tersebut melakukan perjalanan dari Afrika Selatan pada 22 November 2021.

Lalu, individu tersebut dinyatakan positif Covid-19 pada 29 November 2021.

Melansir CNN, Fauci menambahkan, saat ini individu itu sedang melakukan karantina mandiri dan kontak dekat telah dites negatif untuk virus corona.

Baca juga: Kasus Covid-19 Varian Omicron Pertama di AS Terdeteksi di California

Baca juga: Varian Omicron Hantam Bursa AS, Pasar Tak Perlu Terlalu Panik

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular dan Kepala Penasihat Medis Presiden
Dr. Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular dan Kepala Penasihat Medis Presiden, memberi isyarat saat menjawab pertanyaan dari seorang reporter setelah memberikan pembaruan tentang Omicron COVID-19 varian selama konferensi pers harian di Gedung Putih pada 01 Desember 2021 di Washington, DC. Kasus pertama varian omicron di Amerika Serikat telah dikonfirmasi hari ini di California.

"Orang tersebut telah divaksinasi lengkap dan mengalami gejala ringan, saat ini kondisinya sudah membaik," kata Fauci.

Ditanya oleh CNN apakah orang itu memiliki suntikan booster, Fauci berkata, "Sepengetahuan saya, tidak."

Departemen kesehatan masyarakat California dan San Francisco mengkonfirmasi kasus itu disebabkan oleh varian Omicron melalui sekuensing genomik yang dilakukan di University of California di San Francisco, dan urutan itu dikonfirmasi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Color Health mengatakan Omicron diidentifikasi dalam waktu kurang dari 30 jam "dari waktu pengumpulan hingga konfirmasi regangan."

Baca juga: Presiden AS Joe Biden Imbau Warga AS Tetap Tenang Hadapi Varian Omicron

Baca juga: Moderna Targetkan Vaksin Booster untuk Omicron Siap Maret 2022

Presiden AS Joe Biden menuju ke Air Force One sebelum berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara Andrews di Maryland pada Selasa (16/11/2021). Biden mengeluarkan larangan bagi pejabat Nikaragua memasuki Amerika Serikat terkait pemilihan palsu
Presiden AS Joe Biden menuju ke Air Force One sebelum berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara Andrews di Maryland pada Selasa (16/11/2021). Biden mengeluarkan larangan bagi pejabat Nikaragua memasuki Amerika Serikat terkait pemilihan palsu (AFP)

Pada Senin (29/11/2021), Presiden Joe Biden menyebut varian itu sebagai "kekhawatiran, bukan penyebab kepanikan".

"Kita harus menghadapi ancaman baru ini sama seperti kita menghadapi mereka yang telah datang sebelumnya," ucap Biden.

Pejabat kesehatan mendesak orang untuk mendapatkan vaksinasi terhadap Covid-19, atau mendapatkan booster jika mereka memenuhi syarat.

Langkah-langkah lain seperti masker, cuci tangan, jarak fisik dan ventilasi masih akan diterapkan untuk melawan varian Omicron.

Varian Delta dari coronavirus tetap menjadi varian dominan secara global dan di Amerika Serikat.

Berita lain terkait dengan Omicron

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas