Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Seberapa Besar Potensi Energi Angin di Masa Depan?

Tenaga angin dan matahari dinilai murah, ramah iklim, dan akan menjadi andalan pasokan energi masa depan. Namun, energi yang dihasilkan…

Tribun X Baca tanpa iklan

Tenaga angin akan sangat murah di wilayah yang berangin. Tetapi jika listrik yang dihasilkan kemudian harus diangkut ratusan kilometer, biayanya dapat menjadi lebih mahal dan bahkan bisa dua kali lipat harga bagi pembeli. Inilah sebabnya mengapa mengangkut listrik jarak jauh seringkali tidak bermanfaat.

Namun, pembangkit listrik di daerah terpencil dapat berguna jika digunakan secara langsung untuk produksi yang disebut bahan bakar elektronik. Ini adalah bahan bakar sintetis yang akan menggantikan produk minyak bumi seperti parafin, solar, dan bensin di masa depan, serta bahan dasar khusus untuk industri kimia.

Mereka diproduksi oleh elektrolisis dari listrik, air, CO2, dan nitrogen dari udara. Bahan bakar kemudian dapat diangkut menggunakan kapal tanker, pipa, atau kereta api. Pabrik komersial pertama untuk produksi saat ini sedang dibangun di selatan Cile.

Dalam proyek bersama di sana, perusahaan seperti produsen mobil Porsche dan Siemens Energy ingin menggunakan angin kencang untuk menghasilkan listrik murah guna menghasilkan bahan bakar elektronik, dengan perkiraan sekitar 550 juta liter per tahun mulai tahun 2026.

"Dengan proyek di Patagonia, sekarang Anda dapat melihat seperti apa standar globalnya nanti," kata Breyer. "Dalam sepuluh tahun, kita akan melihat lusinan proyek seperti ini dalam setahun bermunculan seperti jamur."

(rap/hp)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas