74 Persen Orang yang Terpapar Omicron di Inggris Alami Gejala Berbeda, Bukan Gejala Klasik Covid-19
Menurut data terbaru dari London, 74 orang yang terinfeksi Omicron mengalami gejala 'atas' bukan gejala 'klasik' atau utama Covid-19.
Penulis: Rica Agustina
Editor: Tiara Shelavie
Kasus Omicron diperkirakan bisa mencapai puncaknya lebih tinggi dari yang pernah terjadi sebelumnya di Inggris.
Baca juga: Mengenal Paxlovid, Obat Antivirus yang Diklaim Memiliki Efektivitas Nyaris 90 Persen pada Covid-19
Baca juga: 15 Persen Kasus Baru Covid-19 di Belanda Dikaitkan dengan Strain Omicron
Kasus Omicron hanya akan turun jika warga London mengubah kebiasaan mereka, seperti memakai masker lagi, membatalkan pesta, dan lebih banyak beraktifitas di rumah.
"Di London kasus telah meningkat dengan cepat, tetapi ini kemungkinan akan segera melambat, karena orang-orang mengubah perilaku mereka, seperti memakai masker lagi, membatalkan pesta dan lebih banyak bekerja dari rumah," kata Prof Spector.
"Mudah-mudahan orang sekarang mengenali gejala seperti pilek yang muncul menjadi gejala utama Omicron," tambahnya.
Dengan kesadaran masyarakat, penyebaran Omicron dapat diperlambat dan negara dapat menghindari wabah besar di luar London.
"Ini adalah perubahan yang akan memperlambat penyebaran virus. Harapan saya agar seluruh negara melakukan hal yang sama untuk menghindari wabah besar di luar London, terutama di kota-kota besar," jelas Prof Spector.
Lebih lanjut, Prof Spector merekomendasikan warga London untuk menjaga kesehatan anggota keluarga yang rentan dengan membatasi kontak sosial menjelang Natal.
"Seperti yang ditunjukkan oleh data terbaru kami, gejala Omicron didominasi gejala pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan dan bersin, jadi orang harus tinggal di rumah karena mungkin menderita Covid."
"Kami juga melihat dua hingga tiga kali lebih banyak infeksi ringan di orang-orang dengan booster di area Omicron seperti yang kami lakukan di area varian Delta, tetapi mereka masih sangat protektif dan merupakan senjata vital," kata Prof Spector.
Prof Spector pun menyarankan semua orang untuk mengunduh aplikasi ZOE untuk memudahkan pemantauan.
"Aplikasi ZOE adalah salah satu alat terbaik yang kami miliki untuk memahami varian baru ini dengan cepat, jadi kami ingin mendorong semua orang untuk mengunduh aplikasi dan mulai masuk."
Baca juga: Di tengah Ancaman Omicron, Inggris dan Australia Tidak Lakukan Lockdown Selama Libur Natal
Baca juga: Jepang Laporkan Kasus Pertama Dugaan Infeksi Komunitas Varian Omicron, Ditemukan di Osaka
"Hanya perlu satu menit untuk melaporkan tetapi setiap kontribusi membuat perbedaan besar untuk memerangi Covid," kata Prof Spector.
Informasi lebih lanjut, penelitian yang dirilis oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris menemukan bahwa kursus vaksinasi dua dosis penuh kurang efektif terhadap penyakit simtomatik dengan Omicron dibandingkan dengan strain asli Covid-19 atau varian Delta.
Namun, efektivitas vaksin sedang hingga tinggi terhadap infeksi ringan 70-75 persen terlihat pada periode awal setelah dosis booster.