Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ilmuwan Inggris Peringatkan Varian Omicron Tidak Sama Seperti Covid-19 di Awal Pandemi

Omicron bukanlah penyakit yang sama seperti yang kita lihat di periode awal pendemi, ungkap ilmuwan Inggris.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ilmuwan Inggris Peringatkan Varian Omicron Tidak Sama Seperti Covid-19 di Awal Pandemi
Niklas HALLE'N / AFP
Warga London mengantre untuk memasuki department store Selfridges menjelang penjualan Boxing Day di pusat kota London pada 26 Desember 2021. Omicron bukanlah penyakit yang sama seperti yang kita lihat di periode awal pendemi, ungkap ilmuwan Inggris. 

"Kami mengalami banyak percampuran antargenerasi selama Natal, jadi kami semua masih menunggu untuk melihat, apakah kami akan mengalami peningkatan yang signifikan dalam jumlah pasien yang datang ke rumah sakit dengan penyakit serius terkait Omicron," katanya kepada BBC Breakfast.

Kurangnya staf NHS karena harus mengisolasi diri karena Omicron juga menyebabkan ketegangan pada layanan kesehatan.

Para ahli memperkirakan hingga 40% staf di London bisa absen dalam "skenario kasus terburuk".

"Kami sekarang melihat peningkatan yang signifikan dalam tingkat ketidakhadiran staf."

"Beberapa dari kepala eksekutif kami mengatakan bahwa mereka berpikir itu akan menjadi masalah yang lebih besar, jauh lebih daripada jumlah orang yang datang karena Covid," kata Hopson.

George Eustice, sekretaris lingkungan, mengatakan pemerintah menjaga tingkat penerimaan rumah sakit Covid di bawah "tinjauan yang sangat dekat".

Ia mengakui bahwa tingkat infeksi dari varian Omicron baru meningkat tetapi mengatakan ada bukti bahwa varian itu tidak menghasilkan tingkat rawta inap rumah sakit yang sama seperti gelombang sebelumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ada dorongan awal dari apa yang kami ketahui di Afrika Selatan bahwa kita memiliki lebih sedikit rawat inap."

"Selain itu, lamanya waktu mereka dirawat di rumah sakit juga lebih rendah daripada varian sebelumnya," katanya kepada BBC.

"Saat ini kami tidak berpikir bahwa bukti mendukung intervensi lagi di luar apa yang telah kami lakukan."

"Tapi jelas kami harus tetap meninjaunya dengan sangat cermat, karena jika kasusnya mulai mengalami peningkatan besar, maka kami perlu bertindak lebih jauh.”

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas