Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Gagal Luncurkan 3 Roket ke Luar Angkasa, Tidak Mencapai Orbit

Juru bicara Kementerian Pertahanan dalam siaran pers yang disiarkan tv pemerintah menuturkan roket tidak dapat mencapai kecepatan yang dibutuhkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Miftah
zoom-in Iran Gagal Luncurkan 3 Roket ke Luar Angkasa, Tidak Mencapai Orbit
KEMENTERIAN PERTAHANAN IRAN / AFP
Gambar selebaran yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Iran pada 30 Desember 2021 menunjukkan roket satelit Simorgh (Phoenix) lepas landas selama peluncurannya di lokasi yang dirahasiakan di Iran. Republik Islam itu mengumumkan hari ini bahwa mereka telah melakukan peluncuran luar angkasa baru, dalam sebuah langkah yang kemungkinan akan membuat jengkel negara-negara Barat di tengah pembicaraan sulit untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015. 

TRIBUNNEWS.COM - Peluncuran luar angkasa yang diprakarsai Iran, Kamis (30/12/2021) gagal menempatkan tiga muatannya ke orbit.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Ahmad Hosseini dalam siaran pers yang disiarkan televisi pemerintah menuturkan bahwa roket tidak dapat mencapai kecepatan yang dibutuhkan.

Melansir Al Jazeera, upaya peluncuran menuai kritik dari Amerika Serikat (AS), Jerman, dan Prancis.

"Agar muatan dapat memasuki orbit, perlu mencapai kecepatan di atas 7.600 meter per detik," jelas Hosseini.

"Kami mencapai 7.350," terangnya dalam sebuah rekaman dokumenter tentang kendaraan peluncuran yang disiarkan TV pemerintah dan unggahan onlin, Jumat (31/12/2021).

Baca juga: Iran Luncurkan Roket Bawa Tiga Perangkat Penelitian ke Luar Angkasa

Baca juga: Roket H2A No.45 Berhasil Diluncurkan dari Pusat Antariksa Tanegashima di Nishimoto Jepang

Peluncuran Roket Iran Gagal
Gambar selebaran yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Iran pada 30 Desember 2021 menunjukkan roket satelit Simorgh (Phoenix) lepas landas selama peluncurannya di lokasi yang dirahasiakan di Iran. Republik Islam itu mengumumkan hari ini bahwa mereka telah melakukan peluncuran luar angkasa baru, dalam sebuah langkah yang kemungkinan akan membuat jengkel negara-negara Barat di tengah pembicaraan sulit untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.

Pada Kamis (30/12/2021), Hosseini tidak mengklarifikasi apakah perangkat telah mencapai orbit.

Tetapi, ia menyebut peluncuran itu adalah tes sebelum upaya mendapat untuk menempatakan satelit ke orbit.

Iran, yang memiliki salah satu program rudal terbesar di Timur Tengah telah mengalami beberapa kegagalan peluncuran satelit dalam beberapa tahun terakhir karena masalah teknis.

Baca juga: Israel Inginkan Persyaratan Lebih Keras Soal Kesepakatan Nuklir Iran

Rekomendasi Untuk Anda

Peluncuran luar angkasa Iran ini diketahui dilakukan saat pembicaraan Amerika-Iran berlangsung di Austria untuk menyelamatkan kesesepakatan itu, Teheran setuju untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan pelonggaran sanksi.

Namun, pada kesepakatan nuklir yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), pertama kali ditandatangani pada 2015 oleh Iran dan AS, serta Uni Eropa (UE), Cina, dan Rusia.

Tahun 2018, mantan Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari pakta tersebut dan menerapkan kembali sanksi keras.

Sejak saat itu Iran telah bergerak maju dengan pengayaan uranium di luar batas yang ditetapkan dalam JCPOA.

Pemerintahan Biden saat ini berusaha untuk kembali ke kesepakatan, tetapi upaya mereka sejauh ini tidak membuahkan hasil.

Baca juga: Militer Irak: 2 Roket Katyusha Hantam Zona Hijau Baghdad

Baca juga: Israel Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Selatan Suriah, Roket Hantam Pos-Pos Tentara

Peluncuran luar angkasa Iran
Gambar selebaran yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Iran pada 30 Desember 2021 menunjukkan roket satelit Simorgh (Phoenix) lepas landas selama peluncurannya di lokasi yang dirahasiakan di Iran. Republik Islam itu mengumumkan hari ini bahwa mereka telah melakukan peluncuran luar angkasa baru, dalam sebuah langkah yang kemungkinan akan membuat jengkel negara-negara Barat di tengah pembicaraan sulit untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.

Tanggapan internasional

Washington mengatakan prihatin dengan pengembangan kendaraan peluncuran ruang angkasa Iran.

Lalu, seorang diplomat Jerman mengatakan Berlin telah meminta Iran untuk berhenti mengirim roket peluncuran satelit ke luar angkasa.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas