Uni Eropa Ancam Rusia dengan Sanksi Ekonomi Berat Jika Serang Ukraina
Uni Eropa mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi besar-besaran kepada Rusia jika menyerang Ukraina.
Penulis:
Yurika Nendri Novianingsih
Editor:
Pravitri Retno W
"Jika serangan terjadi, kami siap," imbuhnya.
Kremlin mengatakan pada hari Kamis, peringatan AS tentang kemungkinan konsekuensi bencana bagi Rusia tidak akan membantu mengurangi ketegangan atas Ukraina dan bahkan dapat mengacaukan situasi lebih lanjut.
Blinken berjanji di Kyiv, Washington akan melakukan diplomasi selama mungkin.
Di Berlin, dia akan memberikan pidato yang akan mencoba menjadikan krisis di Ukraina sebagai momen kritis bagi tatanan internasional berbasis aturan, kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri.
Moskow mempresentasikan Barat dengan daftar tuntutan keamanan pada pembicaraan pekan lalu yang tidak menghasilkan terobosan.
Putaran sanksi ekonomi yang berulang sejak 2014 berdampak kecil pada kebijakan Rusia, dengan Moskow, pemasok energi utama Eropa, menghitung bahwa Barat akan menghentikan langkah-langkah yang cukup serius untuk mengganggu ekspor gas.
Pejabat AS dan Eropa mengatakan masih ada langkah-langkah keuangan yang kuat yang belum dicoba.
Jerman memberi isyarat pada hari Selasa, mereka dapat menghentikan Nord Stream 2, pipa gas baru dari Rusia yang mengitari Ukraina, jika Moskow menyerang.
Baca juga: Jerman Tolak Kirim Senjata ke Ukraina karena Khawatir Tingkatkan Eskalasi
Baca juga: Rusia-Belarusia Latihan Perang, AS Peringatkan Rusia Bisa Serang Ukraina Kapan Saja
Rusia telah memindahkan pasukan ke Belarus untuk apa yang disebutnya latihan militer bersama, dan juga memiliki pasukan yang berbasis di wilayah Moldova yang memisahkan diri, memberikan opsi untuk menyerang Ukraina dari empat sisi.
Delapan tahun lalu mereka merebut Krimea dan mendukung pasukan separatis yang menguasai sebagian besar wilayah timur Ukraina.
Rusia membantah merencanakan invasi baru tetapi mengatakan pihaknya merasa terancam oleh hubungan Kyiv yang berkembang dengan Barat.
Ia ingin mencegah Ukraina bergabung dengan NATO dan agar aliansi itu menarik kembali pasukan dan senjata dari Eropa timur.
(Tribunnews.com/Yurika)
Baca tanpa iklan