Mengapa Houthi Yaman Serang Uni Emirat Arab? Ini Penjelasannya
Berikut adalah empat hal yang harus Anda ketahui tentang eskalasi kekerasan dan apa yang bisa terjadi selanjutnya.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Sedikitnya 80 orang tewas pada 21 Januari ketika sebuah pusat penahanan sementara di provinsi utara Saada dibom pada 21 Januari dan sekitar 20 orang tewas di Sanaa dalam serangan akhir minggu itu.
Pada 24 Januari, UEA mengatakan telah mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang ditembakkan ke Abu Dhabi oleh Houthi.
Baru-baru ini, UEA mengumumkan mereka mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang ditembakkan ke Abu Dhabi dari Yaman.
Houthi mengonfirmasi telah menembakkan sejumlah rudal balistik ke Abu Dhabi, dan juga meluncurkan serangan pesawat tak berawak ke Dubai.
Baca juga: Militan Houthi Yaman Sita Kapal UEA, Diduga Bawa Persediaan Militer
Apa berikutnya?
Kekerasan akan meningkat lebih lanjut.
Houthi mengatakan bahwa markas besar perusahaan internasional di UEA akan menjadi sasaran dalam periode mendatang, pada Senin (31/1/2022).
Eskalasi telah menimbulkan kekhawatiran akan memburuknya krisis kemanusiaan di Yaman.
Program Pangan Dunia telah memperingatkan bahwa lebih dari lima juta orang berada di ambang kelaparan, dan 50.000 lainnya hidup dalam kondisi seperti kelaparan.
Sekitar empat juta orang telah mengungsi selama pertempuran selama bertahun-tahun.
James Farwell, seorang rekan senior di Middle East Institute, mengatakan konflik Yaman telah mencapai jalan buntu karena tidak ada pihak yang mampu menang secara militer.
“Situasi menjadi lebih berbahaya karena sifat senjata yang digunakan dalam serangan menjadi lebih mematikan,” katanya.
“Houthi berusaha untuk memberikan tekanan kepada koalisi Saudi-UEA untuk membawa hal-hal yang menguntungkan,” kata Farwell.
“Satu-satunya cara (konflik) ini akan diselesaikan adalah jika Saudi, Emirat, dan Houthi duduk bersama dan menyelesaikan masalah.”
Berita lain terkait dengan Houthi Yaman
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan