Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Dokter Jepang Yang Dibunuh Anak Pasiennya Ternyata Dokter Komunitas Yang Dicintai Masyarakat

Dokter Jepang, Junichi Suzuki (44) yang ditembak 27 Januari lalu dan meninggal pagi 28 Januari oleh anak pasiennya, ternyata dokter komunitas yang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Dokter Jepang Yang Dibunuh Anak Pasiennya Ternyata Dokter Komunitas Yang Dicintai Masyarakat
Richard Susilo
Dokter Junichi Suzuki (44) yang dibunuh keluarga pasiennya 

"Saya ingin membuat pengguna saat ini merasa nyaman dan kembali ke kehidupan normal mereka sehingga mereka dapat merasa nyaman. Saya akan meneruskan perasaan dekat satu sama lain dan berdiri dalam garis pandang yang sama dari Profesor Suzuki. Jadi, saya ingin mendukung orang-orang di daerah tersebut," tambah perawat Keiko Nogi.

“Saya ingin percaya pada orang lain seperti sensei Suzuki agar orang-orang yang datang konsultasi bisa membuka hati, dan menghadapinya dengan ceria dan sungguh-sungguh," ungkap Chisato Ichikawa pasien Suzuki.

Beberapa dokter telah menunjukkan masalah pengobatan komunitas di masa depan tentang bagaimana mendukung orang-orang yang menerima kunjungan medis oleh Dr. Junichi Suzuki, yang terbunuh dalam insiden ini.

Tokuyasu Sekiya, direktur klinik di Kota Shiki, Prefektur Saitama, memberikan perawatan medis untuk pasien rawat jalan dan mengunjungi perawatan medis di Kota Shiki dan Kota Fujimi.

Di klinik Dr. Sekiya, ada sekitar 150 orang yang dilakukan kunjungan rumah oleh dokter, dan rata-rata, sekitar 10 hingga 15 orang berkunjung setiap hari.

Dr Sekiya menunjukkan besarnya dampak kehilangan Dr Suzuki, yang mendukung perawatan medis kunjungan rumah di daerah tersebut, dan menunjukkan kesulitan penanggulangan serta keprihatinan yang meninggi saat ini.

Masalah kesehatan, Vaksinasi dan masalah infeksi corona serta pengobatan  di Jepang dibicarakan kalangan pecinta Jepang. Silakan bergabung lewat email: info@tribun.ingratis.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas