Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Daftar Negara Sekutu Rusia, India hingga China, Lawan Kekuatan Kremlin Bisa Merugikan Mereka

Berikut ini daftar negara sekutu Rusia, yang tak bereaksi saat Moskow menginvansi Ukraina. Melawan Kremlin bisa merugikan mereka.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Daftar Negara Sekutu Rusia, India hingga China, Lawan Kekuatan Kremlin Bisa Merugikan Mereka
mfa.gov.cn
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping saat bertemu pada 3 September 2017 silam. 

TRIBUNNEWS.COM - Invasi Rusia ke Ukraina belakangan menjadi saat-saat yang menakutkan bagi warga Ukraina, bahkan seluruh benua Eropa.

Ratusan warga sipil dan tentara telah tewas dalam apa yang disebut Jerman sebagai "perang Putin".

Bagi beberapa pemimpin Eropa, invasi tersebut telah membawa masa tergelap sejak 1940-an.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan invasi Vladimir Putin ke Ukraina sebagai titik balik dalam sejarah Eropa.

Namun, terlepas dari seruan dan kecaman dari Barat, Rusia sebenarnya punya sekutu, tapi hubungan mereka rumit, mengutip ABC News.

Kremlin Moskow
Kremlin Moskow (https://theculturetrip.com/europe/russia/articles/14-interesting-facts-about-russia/)

Baca juga: Beri Harga Rp14,4 Miliar untuk Kepala Putin, Pengusaha Rusia Alex Konanykhin: Dicari Mati atau Hidup

Baca juga: Profil Alex Konanykhin, Tawarkan Rp14 Miliar untuk Kepala Putin, Punya Sejarah Rumit dengan Rusia

Sementara Washington, London, dan markas besar Uni Eropa di Brussel menggambarkan Moskow sebagai musuh dunia modern, Rusia punya sekutu yang bergantung padanya.

Melawan kekuatan Kremlin bisa merugikan negara-negara ini, tak hanya berdampak hubungan ekonomi dan politik.

Rekomendasi Untuk Anda

Beberapa, seperti Pakistan dan Turki, terjebak di antara hubungan yang goyah dengan AS saat mereka membangun hubungan baru ke Moskow, dan ketakutan akan ketidakstabilan regional jika perang berkepanjangan.

Yang lain, takut terseret ke dalam konflik dengan Rusia, terutama saat ini Putin telah menempatkan "kekuatan nuklir" dalam siaga tinggi.

India

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi. (NDTV)

Butuh satu hari bagi Perdana Menteri Narendra Modi untuk menyerukan "penghentian segera kekerasan", tetapi dalam panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, ia gagal mengambil tindakan nyata.

Menteri Luar Negeri Subrahmanyam Jaishankar menyebut invasi ke Ukraina sebagai "situasi serius", namun berhenti mengutuk Rusia.

Meskipun merupakan negara demokrasi terpadat di dunia, New Delhi dan Moskow menikmati hubungan ekonomi yang erat.

Hubungan itu diperkuat oleh pertemuan penting pada Desember tahun lalu, saat Modi dan Putin menandatangani banyak perjanjian pertahanan - termasuk pengadaan lebih dari 600 ribu senapan India dari Rusia.

Baca juga: Kucing Rusia Ikut Terkena Dampak Invasi Ukraina, Dilarang Berkompetisi di Ajang Internasional

Baca juga: Alasan Negara Muslim Chechnya Bantu Serangan Rusia, Ingin Tumpas Kekuatan Besar di Balik Ukraina

China

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping (id.china-embassy.org)
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas