Mengenal Vladimir Putin: Keluarga hingga Karier Politiknya
Presiden Rusia Vladimir Vladimirovich Putin dikenal sebagai sosok yang misterius. Tidak banyak pemberitaan yang mengulas masa kecil…
Rusia melancarkan serangan luas ke Ukraina pada hari Kamis (24/02), sejumlah ledakan terdengar di seluruh negeri dan tank Rusia memasuki wilayah Ukraina. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa dia "memutuskan untuk melakukan operasi militer khusus."
Putin mengklaim operasi itu untuk "melindungi orang-orang yang menjadi sasaran intimidasi dan genosida ... selama delapan tahun terakhir" atau sejak 2014, ketika Rusia mencaplok Krimea.
Atas tindakannya, seluruh mata di dunia tertuju pada sosok mantan agen rahasia di era Uni Soviet (KGB) tersebut. Seperti apa latar belakang kehidupan Presiden Rusia yang terkenal misterius itu?
Dibesarkan dalam keluarga yang sederhana
Dilansir situs resmi Presiden Rusia, diakses detikcom, Kamis (24/02), Vladimir Vladimirovich Putin lahir pada 7 Oktober 1952 di Leningrad, kota yang sekarang bernama Saint Petersburg.
Ayahnya bernama Vladimir Spiridonovich Putin yang diketahui seorang ateis adalah seorang petugas keamanan di Angkatan Laut Soviet dan ibunya bernama Maria Shelomova merupakan penganut Kristen Ortodoks. Putin sendiri sering terlihat mengikuti sejumlah proses ibadah bersama umat Kristen Ortodoks. Namun perihal agamanya, tak ada yang mengonfirmasikan hal tersebut.
Putin mengaku masa kecilnya begitu sederhana. Ia memakan makanan orang Rusia pada umumnya, seperti sup kubis, panekuk, dan irisan daging. Di hari libur, ibunya akan memasak makanan khas Rusia, Pirozhki, yaitu roti isi kubis, daging, dan kue tar Vatrushki.
Vladimir Putin pernah menekuni olahraga Judo meski tidak disetujui ibunya. Namun, sikap Shelomova berubah ketika pelatih Putin datang berkunjung untuk memberitahu pencapaian anaknya tersebut.
Semasa remaja, Putin juga gemar membaca novel bertema agen rahasia dan intelijen. Ia memiliki hobi berburu, mendaki gunung, memancing, berkuda, dan bermain hoki. Soal pendidikan, Putin mendalami ilmu hukum di Universitas Leningrad tahun 1970-1975 dan melanjutkan ke Sekolah KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti) di Moskow.
"Bahkan sebelum saya selesai SMA, saya selalu ingin kerja jadi intelijen," kata Putin yang sempat bercita-cita jadi pelaut dan pilot.
Dari agen KGB hingga menjabat Presiden Rusia
KGB adalah badan intelijen Uni Soviet, kurang lebih setara CIA (Central Intelligence Agency) di Amerika Serikat atau Stasi (Staatssicherheitsdienst) di Jerman Timur. Uniknya, Putin diketahui pernah menjadi intel KGB sekaligus Stasi, dua negara yang sama-sama komunis (yang sudah bubar).
Tahun 1976, Putin meraih pangkat Letnan Pertama. Tugasnya di KGB saat itu fokus pada kontra intelijen dan memantau warga negara asing. Setelah menjalani pelatihan di Andropov Red Banner Institute di Moskow dan telah fasih berbahasa Jerman, Putin ditugaskan ke Dresden (yang saat itu masuk Jerman Timur) berkedok sebagai penerjemah selama lima tahun, dari 1985 hingga 1990.
Diduga pada saat ditugaskan di Dresden itulah Putin memiliki kartu identitas Stasi yang ditemukan dalam kondisi terpelihara baik. Laporan yang dikutip dari berbagai sumber menyebut dengan kartu itu, Putin dapat mengakses berbagai fasilitas Stasi, tetapi tidak bisa melakukan tugas mata-mata untuk lembaga tersebut.
Akses Putin diperbarui setiap tiga bulan sekali. Tak jelas mengapa Putin meninggalkan kartu itu di Dresden, tetapi melalui sebuah pernyataan resmi Badan Arsip Stasi (BStU), Putin 'menerima kartu itu sehingga dia bisa menjalankan tugas KGB dengan kerja sama Stasi'. Kemungkinan, KGB dan Stasi memang bermitra sehingga bisa ada pertukaran kartu identitas semacam yang dipunyai Putin kala itu.
Buku biografi Putin berjudul 'Mr Putin' yang ditulis Fiona Hill dan Cliff Gaddy berspekulasi bahwa misinya saat itu di Dresden adalah merekrut para pejabat top Stasi dan Partai Komunis Jerman Timur, mencuri rahasia teknologi, memantau warga negara asing yang berkunjung, atau melakukan kunjungan penyamaran ke Jerman Barat.

Baca tanpa iklan