Pasukan Rusia yang Terluka Tiba di Belarus
Tentara Rusia yang terluka dalam pertempuran di sekitar Kiev, ibu kota Ukraina saat ini sedang diangkut ke rumah sakit Belarus di dekat perbatasan
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, KIEV - Tentara Rusia yang terluka dalam pertempuran di sekitar Kiev, ibu kota Ukraina saat ini sedang diangkut ke rumah sakit Belarus di dekat perbatasan Ukraina.
Seperti yang dilaporkan kantor berita The Associated Press, mengutip kesaksian dokter dan penduduk setempat.
Dikutip dari laman Al Jazeera, Kamis (3/3/2022), media tersebut mengatakan bahwa serangkaian 7 ambulans militer Rusia seukuran bus yang memiliki jendela tertutup warna abu-abu, telah ditarik ke pintu belakang rumah sakit di wilayah Gomel Belarus pada Selasa malam.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia telah merilis jumlah korban militer resmi pertama dari operasi khusus yang dilakukan di Ukraina, dan mengatakan bahwa 498 tentaranya tewas saat menjalankan tugas.
Sedangkan ada 1.597 prajurit Rusia yang menderita luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda selama operasi tersebut.
Kementerian tersebut juga menekankan bahwa laporan media bahwa Rusia mengalami kerugian 'tak terhitung' diantara pasukan militernya adalah bohong.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov mengatakan laporan bahwa Rusia telah menggunakan wajib militer dan taruna dari institusi militer dalam operasi itu juga merupakan hal yang salah.
Baca juga: Dekat dengan AS, Mengapa Negara Timur Tengah Ini Tak Mengutuk Invasi Rusia?
Kemajuan Operasi Khusus
Konashenkov juga berbagi informasi terbaru tentang korban diantara prajurit Ukraina dan batalion nasionalis.
Ia mengklaim bahwa ada sekitar 2.870 yang tewas dan 3.700 yang terluka.
Kemhan Rusia dan Presiden Vladimir Putin sebelumnya berulang kali berbicara kepada militer Ukraina dan meminta mereka untuk mengabaikan perintah kriminal dari otoritas nasionalis.
Konashenkov menambahkan bahwa batalion nasionalis sedang mempersiapkan 'provokasi' dan menggunakan penduduk sipil kota-kota di Ukraina sebagai tameng manusia.
Selain itu, kementerian tersebut juga melaporkan perkembangan operasi khusus itu, dengan mengklaim bahwa pasukan Rusia telah menguasai kota Krasny Liman, Torskoye, Kremnenaya, Varvarovka dan Borovenki.
Sementara itu, kata Konashenkov, koridor kemanusiaan telah dibuat di barat daya Kharkov.
Ia menambahkan bahwa pasukan Republik Rakyat Donetsk (DPR) telah mengepung kota Mariupol yang dikendalikan oleh pasukan Ukraina.