Rusia Sebut 498 Tentaranya Tewas Selama Invasi di Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 498 tentara Rusia telah tewas dan 1.597 lainnya luka-luka selama invasi di Ukraina.
Penulis:
Yurika Nendri Novianingsih
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 498 tentara Rusia telah tewas selama invasi di Ukraina.
Sementara itu, sebanyak 1.597 tentara lainnya luka-luka.
Seperti diketahui, hari ini Kamis (3/3/2022) tepat satu pekan Rusia melancarkan serangan di Ukraina.
Mengutip Al Jazeera, Juru bicara kementerian pertahanan Igor Konashenkov pada hari Rabu (2/3/2022) menolak laporan tentang "kerugian yang tak terhitung" di antara pasukan Rusia sebagai "disinformasi."
Dia meyakinkan bahwa keluarga mereka yang tewas menerima semua bantuan yang diperlukan.
Baca juga: Sekitar 17.000 Turis Rusia dan Ukraina Terjebak di Republik Dominika
Baca juga: Presiden Ukraina Klaim Gagalkan Rencana Licik Rusia hingga Sebut 9.000 Tentara Rusia Tewas
Disisi lain, Ukraina mengatakan bahwa jumlah tentara Rusia yang tewas jauh lebih tinggi.
Moskow sebelumnya mengakui kerugian tetapi tak menjelaskan secara rinci kerugian yang dimaksud.
Konashenkov mengatakan bahwa baik wajib militer maupun taruna tidak terlibat dalam operasi di Ukraina, menepis laporan media yang menuduh sebaliknya.
Organisasi independen Rusia yang membantu orang tua menemukan putra mereka telah mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa wajib militer mengambil bagian dalam konflik, yang telah dibuat untuk menandatangani dokumen sebelum melintasi perbatasan.
Juru bicara itu juga mengatakan lebih dari 2.870 tentara Ukraina telah tewas dan sekitar 3.700 lainnya luka-luka, sementara 572 lainnya telah ditangkap oleh Rusia.
Pejabat Ukraina belum mengomentari klaim tersebut dan tidak dapat segera diverifikasi.
Di sisi lain, Layanan Darurat Negara Ukraina mengatakan bahwa lebih dari 2.000 warga sipil telah tewas, meskipun tidak mungkin untuk memverifikasi klaim itu.
Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya telah mencatat kematian 136 warga sipil, termasuk 13 anak-anak, di Ukraina sejak dimulainya invasi Rusia.
Mental Pasukan Rusia Runtuh
Sepekan invasi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim mental pasukan Rusia sedang runtuh.