Viral Video Warga Kherson Tantang dan Rebut Kembali Bendera Ukraina dari Tentara Rusia
Viral video yang menunjukkan penduduk kota Kherson menantang dan mengibarkan bendera Ukraina di depan pasukan dan tank Rusia.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Viral video yang menunjukkan penduduk Kota Kherson menantang dan mengibarkan bendera Ukraina di depan pasukan serta tank Rusia.
Dikutip dari CNN, kejadian tersebut berlangsung setelah Wali Kota Kherson, Ihor Kolykhaiev pada Rabu (2/3/2022), mengindikasikan kota itu jatuh di bawah kendali Rusia.
Video yang beredar di media sosial pada Rabu itu memperlihatkan pasukan dan tank Rusia berada di depan gedung Administrasi Regional Kherson.
Terlihat salah satu tentara memegang bendera Ukraina.
Baca juga: Viral Tentara Rusia Menangis Saat Menyerah Kepada Rakyat Ukraina, Penduduk Memberinya Teh dan Kue
Baca juga: Jet Tempur yang Dijanjikan Uni Eropa kepada Ukraina Ternyata Tak akan Datang, Apa Penyebabnya?
Teriakan terdengar, tetapi tidak jelas siapa yang berbicara.
"Mereka pergi dengan membawa bendera kami," kata seorang pria dalam video tersebut.
Video kemudian menunjukkan sekelompok warga sipil mulai berjalan menuju tentara di luar gedung Pemerintah Daerah.
"Mereka pergi untuk mengambil bendera," kata pria itu.
Warga sipil tampak merebut kembali bendera dari tentara.
"Oh, mereka menurunkan bendera, sial," lanjutnya.
Baca juga: UPDATE Perang di Ukraina: Moskow Sebut 498 Tentaranya Tewas, 1 Juta Warga Ukraina Mengungsi
Baca juga: Akibat Perang: Ekonomi Rusia Diperkirakan Jatuh 7 Persen, Ukraina Terjun Hingga 60 Persen Lebih
Saat tentara kembali ke barisan tank, warga sipil mengibarkan bendera Ukraina yang disambut sorak sorai penonton.
CNN telah melakukan geolokasi dan memverifikasi keaslian video.
Sekilas pertempuran untuk Kherson
Kherson merupakan kota pelabuhan penting yang strategis dengan hampir 300.000 penduduk ini terletak di jalan masuk dari Laut Hitam di Ukraina selatan.
Wali Kota mengatakan di Facebook Rabu (2/3/2022) bahwa militer Ukraina tidak lagi di Kherson, dan penduduknya sekarang harus melaksanakan instruksi dari "orang-orang bersenjata yang datang ke administrasi kota" - menunjukkan bahwa kota telah jatuh di bawah kendali Rusia.