Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

VIDEO Detik-detik Helikopter Rusia Hancur Disengat Rudal Pertahanan Ukraina

Terbaru, militer Ukraina pada Sabtu (4/3/2022) merilis sebuah video yang diklaim menunjukkan helikopter tempur Rusia ditembak jatuh.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in VIDEO Detik-detik Helikopter Rusia Hancur Disengat Rudal Pertahanan Ukraina
AFP/MAXIM GUCHEK
Ilustrasi: Helikopter Mi-24. 

TRIBUNNEWS.COM, KYIV - Langkah militer Rusia memasuki Kota Kyiv masih tertahan.

Alih-alih mendapat kemajuan signifikan, sejumlah alutsista Rusia rontok dihajar pertahanan Ukraina.

Terbaru, militer Ukraina pada Sabtu (4/3/2022) merilis sebuah video yang diklaim menunjukkan helikopter tempur Rusia ditembak jatuh.

Dalam video tersebut menunjukkan helikopter dihantam oleh satu rudal yang diduga merupakan Manpads atau rudal panggul anti serangan udara IGLA.

Helikopter tersebut langsung terbakar dan jatuh.

Belum diketahui detail tentang kejadian tersebut, tapi diduga helikopter itu merupakan jenis heli serang KA-52 atau Mi-24 Rusia.

Helikopter-helikopter serang yang terbang rendang memang rentan disengat rudal panggul.

Rekomendasi Untuk Anda

Kehilangan jenderal

Beberapa hari yang lalu, Komandan jenderal Divisi Lintas Udara ke-7 Rusia, Mayor Jenderal Andrei Sukhovitsky, juga tewas dalam pertempuran di Ukraina.

Sebuah organisasi perwira lokal mengkonfirmasi kematiannya di wilayah Krasnodar di Rusia selatan, sementara keadaan kematiannya tidak segera jelas.

Melansir Globe World News, Sabtu (5/3), Sukhovitsky, pada usia 47 tahun, memulai dinas militernya sebagai komandan peleton setelah lulus dari Akademi Militer dan terus naik untuk mengambil posisi kepemimpinan penting, dan berpartisipasi dalam kampanye militer Rusia di Suriah, dan juga wakil komandan Campuran ke-41 Angkatan Darat.

Sebuah sumber militer mengatakan bahwa Mayor Jenderal Sokhovsky terbunuh oleh peluru penembak jitu militer Ukraina.

Surat kabar Rusia Pravda, yang juga melaporkan kematiannya, menjelaskan bahwa Sukhovetsky lulus dari Sekolah Lintas Udara Tinggi Ryazan pada tahun 1995, setelah memulai sebagai komandan peleton sebelum naik ke jabatan kepala staf unit serangan udara Pengawal.

“Dengan rasa sakit yang luar biasa, kami mengetahui berita tragis kematian teman kami, Mayor Jenderal Andrei Sokhovitsky, di wilayah Ukraina selama operasi khusus. Kami menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarganya,” kata Sergei Chepelev, seorang wakil veteran Rusia, menulis di media sosial.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas