Tribun

Militan Palestina dan Israel Saling Tembak Roket, Hamas Diduga Dalang Semua Serangan Udara Itu

Militan Palestina menembakkan empat roket ke Israel selatan dari Jalur Gaza yang kemudian dibalas serangan udara oleh militer Israel.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Sri Juliati
zoom-in Militan Palestina dan Israel Saling Tembak Roket, Hamas Diduga Dalang Semua Serangan Udara Itu
AFP/SAID KHATIB
Api dan asap membubung selama serangan udara Israel di Rafah di Jalur Gaza selatan, 19 April 2022. (Photo by SAID KHATIB / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Militan Palestina menembakkan empat roket ke Israel selatan dari Jalur Gaza pada Kamis (21/4/2022) pagi.

Rabu malam, sebuah roket juga ditembakkan dari Gaza, AP News melaporkan.

Belum ada laporan mengenai korban atau kerusakan, dan tidak ada yang mengklaim serangan udara tersebut.

Namun, Israel menganggap Hamas yang menguasai Gaza bertanggung jawab atas semua tembakan roket dan biasanya merespons dengan serangan udara dalam beberapa jam.

Adapun empat roket dari Gaza berhasil dicegat oleh pertahanan udara militer Israel.

Baca juga: Militan Gaza Tembakkan Roket ke Israel untuk Pertama Kali setelah Bentrokan di Yerusalem

Baca juga: Akibat Aksi Kepolisian di Al-Aqsa, Partai Arab Keluar dari Koalisi Pemerintah Israel

Kamis pagi, pesawat-pesawat tempur Israel melakukan serangkaian serangan udara balasan ke sebuah situs militer Hamas di Jalur Gaza tengah.

Sebuah unggahan para aktivis di media sosial menunjukkan asap mengepul di udara.

Militer Israel mengatakan serangan udara mereka ditujukan ke situs militan dan pintu masuk terowongan yang mengarah ke kompleks bawah tanah yang menyimpan bahan kimia mentah untuk membuat roket.

Militer Israel kemudian mengatakan, pesawatnya menyerang kompleks Hamas lainnya setelah rudal anti-pesawat ditembakkan dari Gaza selama serangan udara awal.

Dikatakan rudal itu gagal mencapai sasarannya dan tidak ada cedera atau kerusakan yang dilaporkan dari rudal anti-pesawat itu.

Hamas sebelumnya telah mengeluarkan ancaman atas rencana pawai melalui Yerusalem oleh ultra-nasionalis Israel.

Namun polisi Israel memblokir jalan dan mencegah para pengunjuk rasa mencapai lingkungan padat Palestina di dalam dan sekitar Kota Tua, setelah peristiwa serupa hampir setahun lalu memicu perang Israel-Gaza.

Polisi menggunakan truk dan barikade yang diparkir di luar tembok Kota Tua untuk menutup jalan utama menuju Gerbang Damaskus, pusat kerusuhan tahun lalu.

Setelah beberapa kali saling dorong dengan polisi, para pengunjuk rasa berkumpul di dekat barikade, mengibarkan bendera dan bernyanyi.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas