Tribun

Ini 3 Negara Lain yang Temukan Kasus Monkeypox, Uni Emirat Arab Satu di Antaranya

Ketiga negara itu kini bergabung dengan 18 negara lainnya yang telah mendeteksi virus di luar basis penyebarannya di benua Afrika.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Ini 3 Negara Lain yang Temukan Kasus Monkeypox, Uni Emirat Arab Satu di Antaranya
Marcel Hartawan
Salah seorang anak di Desa Negalsari yang diduga terkena Cacar Monyet 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, ABU DHABI - Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara Teluk pertama yang mencatat kasus cacar monyet (Monkeypox).

Begitu pula dengan Republik Ceko dan Slovenia yang juga melaporkan kasus pertama virus ini pada Selasa kemarin.

Ketiga negara itu kini bergabung dengan 18 negara lainnya yang telah mendeteksi virus di luar basis penyebarannya di benua Afrika.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat, namun para ahli mengatakan bahwa risiko keseluruhan untuk populasi umum masih tergolong rendah.

Perlu diketahui, wabah virus ini sebelumnya telah ditemukan di kawasan Eropa, Australia dan Amerika.

Baca juga: 16 Negara Laporkan Temuan Penyakit Cacar Monyet, Pemerintah Diminta Lakukan Edukasi Sejak Dini

Gejala yang sering ditemukan pada penderitanya termasuk diantaranya demam dan ruam, namun jenis infeksi ini biasanya tergolong ringan.

Dikutip dari laman BBC, Rabu (25/5/2022), di UEA, pejabat kesehatan mengumumkan satu kasus yang telah terdeteksi pada seorang pelancong yang mengunjungi Afrika Barat baru-baru ini, dan ia saat ini tengah menerima perawatan medis.

Pihak berwenang di negara itu pun mengatakan bahwa mereka 'sepenuhnya siap' untuk menangani wabah apapun.

Selain itu juga menekankan bahwa mereka telah memiliki protokol pengawasan awal untuk mendeteksi penyakit.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan virus tersebut dapat diatasi dengan respons yang tepat di negara-negara di luar Afrika yang biasanya tidak pernah mendeteksi virus ini.

"Kami mendorong anda semua untuk meningkatkan pengawasan terhadap Monkeypox untuk melihat di mana tingkat penularannya dan memahami ke mana arahnya," kata Direktur WHO untuk Kesiapsiagaan Bahaya Menular Global, Sylvie Briand dalam konferensi pada Selasa kemarin.

WHO menyebut bahwa wabah ini mungkin memang tidak biasa, namun tetap dapat dikendalikan.

Di luar Afrika, saat ini ada 237 kasus yang dikonfirmasi dan diduga Monkeypox.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas