Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Korea Utara Lakukan Tes pada Sungai, Udara, dan Sampah Terkait Covid-19

Pejabat kesehatan Korea Utara melakukan pengujian Covid-19 pada sungai, danau, udara, air limbah rumah tangga, dan sampah.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Miftah
zoom-in Korea Utara Lakukan Tes pada Sungai, Udara, dan Sampah Terkait Covid-19
AFP/STR
Gambar ini diambil pada 17 Mei 2022 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 18 Mei menunjukkan seorang dokter mempromosikan langkah-langkah pencegahan epidemi untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 di Pyongyang. (Photo by KCNA VIA KNS / AFP) 

Sebuah video yang dirilis KCNA menunjukkan sekelompok pejabat mengenakan pakaian pelindung dan masker medis membawa kotak dengan tanda-tanda yang mengatakan "pembawa spesimen" atau "bakteri, penguji virus."

Gambar ini diambil pada 16 Mei 2022 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 17 Mei menunjukkan rapat umum bidang medis militer Tentara Rakyat Korea dan Kementerian Pertahanan untuk mengendalikan krisis epidemi, di Pyongyang . (Photo by KCNA VIA KNS / AFP)
Gambar ini diambil pada 16 Mei 2022 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 17 Mei menunjukkan rapat umum bidang medis militer Tentara Rakyat Korea dan Kementerian Pertahanan untuk mengendalikan krisis epidemi, di Pyongyang . (Photo by KCNA VIA KNS / AFP) (AFP/STR)

Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen informasi yang terkandung dalam video tersebut.

"Pejabat mengumpulkan sampel dari orang-orang yang menunjukkan demam dan menguji minuman yang diproduksi di pabrik air di Pyongyang untuk memastikan mereka bersih dan aman," kata Jo Chol Ung, wakil kepala Pusat Kebersihan dan Anti-epidemi Kota Pyongyang dalam video.

Dilansir NK News, media pemerintah merekomendasikan sejumlah pengobatan untuk mengatasi wabah Covid-19 sejak virus ini merebak. 

Mayoritas media mengimbau masyarakat yang diduga terinfeksi untuk mengonsumsi obat penghilang rasa sakit dan obat tradisional saat karantina.

Salah satunya yakni minum air garam untuk meredakan gejala.

Korea Utara menyatakan virus itu sebagian besar mirip dengan "flu biasa" dan bahwa wabah itu "ditekan dan dikendalikan secara stabil" minggu lalu.

Kim Jong Un Abaikan Tawaran Bantuan

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut laporan DW, pemerintah Korea Selatan dan PBB telah menyatakan siap untuk membantu Korea Utara melewati pandemi. 

Kendati demikian, Pyongyang mengabaikan tawaran tersebut dan hanya meminta bantuan kepada sekutunya yakni China dan Rusia.

Analis pesimis Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un akan menempatkan kebutuhan rakyatnya di atas rasa malunya jika menerima bantuan Korea Selatan atau PBB.

Gambar ini diambil pada 15 Mei 2022 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 16 Mei menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) memeriksa apotek di Pyongyang. (Photo by KCNA VIA KNS / AFP)
Gambar ini diambil pada 15 Mei 2022 dan dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 16 Mei menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) memeriksa apotek di Pyongyang. (Photo by KCNA VIA KNS / AFP) (AFP/STR)

Baca juga: Korea Utara Luncurkan Tiga Rudal dalam Waktu Kurang dari Satu Jam setelah Biden Tinggalkan Asia

Baca juga: Pandemi Covid-19 Terus Terkendali, Kasus Mingguan Turun Menjadi 1.500-an Kasus

"Mengingat korban jiwa dan ekonomi yang mengerikan yang dapat ditimbulkan Covid-19 di Korea Utara, orang akan berharap Pyongyang akhirnya akan menerima bantuan internasional," kata Leif-Eric Easley, seorang profesor studi internasional di Ewha Womans University di Seoul.

"Tetapi hanya karena Korea Utara telah mengkonfirmasi infeksi tidak berarti hal itu akan berdampak pada komunitas internasional."

"Buku pedoman Kim tentang Covid-19 mungkin mengandalkan lebih banyak penguncian, pengetatan ikat pinggang, dan propaganda domestik sambil menerima bantuan China yang bijaksana," katanya.

"Bahkan jika rezim akhirnya memprioritaskan kehidupan orang-orang di atas kekhawatiran keamanan yang dibayangkan seputar bantuan internasional, rintangan politik dan logistik Korea Utara akan membuat pengiriman vaksin yang dipercepat menjadi sulit," kata pengamat ini.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas